Jaksa Agung Pastikan Tak Lindungi Jaksa Farizal

Desi Angriani    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:26 WIB
irman gusman ditangkap
Jaksa Agung Pastikan Tak Lindungi Jaksa Farizal
Jaksa Agung HM Prasetyo--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung tidak akan melindungi Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Fahrizal diduga terlibat dalam kasus dugaan suap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman terkait terkait gratifikasi kuota gula.
 
Jaksa Agung M. Prasetyo menegaskan, pihaknya tak akan melindungi jaksa yang terlibat kasus suap. "Kami pun tidak akan melindungi. Kalau salah ya salah, kalau benar harus dibela. Ini kan prinsip," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/9/2016).
 
Prasetyo memastikan tak menghalangi proses penyelidikan tersangka. Pihaknya, sedang melakukan pemeriksaan terhadap Farizal dan hasilnya akan disampaikan ke KPK.
 
"Kita tidak menghalang-halangi, kita akan serahkan ke KPK. Mudah-mudahan hari ini sudah diperiksa dan hasilnya akan kami infokan ke KPK," tegasnya.
 
Prasetyo mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan inspeksi kasus secara rutin dan pengawasan ketat. Namun, pihanya tak bisa menjamin semua anggotanya bersih dan tidak terlibat kasus.
 
"Kita terus lakukan perbaikan dan pengawasan. Namanya juga manusia. Kita tak bisa jamin," kata Prasetyo.


 
Sabtu, 17 September, Irman Gusman dicokok KPK. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.
 
Kasus ini bermula saat KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.
 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


 


(FZN)

Video /