Merasa Jadi Target, Eggi Sudjana Bernasib Seperti Rizieq

Faisal Abdalla    •    Senin, 28 Aug 2017 23:05 WIB
ujaran kebencianhoax
Merasa Jadi Target, Eggi Sudjana Bernasib Seperti Rizieq
Eggi Sudjana, seorang pengacara yang namanya dicantumkan dalam struktur organisasi Saracen. (Foto: MTVN/Nur Azizah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Eggi Sudjana membantah dikaitkan dengan Saracen, organisasi penyebar hoax. Lewat kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Eggi diduga dijadikan target oleh pihak tertentu.

"Pak Eggi merasa dijadikan target, mungkin karena beliau kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, beliau dijadikan Habib Rizieq kedua," ujar Razman di Gedung Siaga Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin 28 Agustus 2017.

Sayangnya Razman tak secara gamblang menyebut pihak-pihak yang mengincar Eggi. Yang pasti, kata dia, pihak tersebut adalah orang yang selama ini tidak suka dengan Rizieq.

Selain itu, Razman juga menyampaikan kekecewaan kliennya terhadap kepolisian. Polisi bereaksi terlalu cepat ketika menindak pihak-pihak yang dinilai bersebrangan dengan pemerintah.

"Tapi kalau orang itu sejalan dengan pemerintah, dibiarkan. Maka hari ini kami melaporkan juga untuk melihat sikap kepolisian, bagaimana pihak kepolisian memproses laporan ini supaya berimbang. Ada check dan ballance-nya," imbuh mantan pengacara Sri Bintang Pamungkas itu.

(Baca juga: Eggi Sudjana Laporkan Jasriadi ke Bareskrim)

Hari ini, diwakili oleh kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Eggi Sudjana resmi  melaporkan Jasriadi, Dedi Mawardi, serta Sunny Tanuwidjaja. Berdasarkan Laporan Polisi dengan Nomor: LP/886/VIII/2017/Bareskrim itu, ketiganya diancam dengan pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP juncto pasal 45 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. 

Sebelumnya, Polisi mengkap sindikat penyebar berita hoax, Saracen pada Rabu pekan lalu. Kelompok Saracen memasang sejumlah tarif untuk jasa penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

Dalam kasus Saracen, nama pengacara Eggi Sudjana disebut-sebut menjadi bagian dari kepengurusan Saracen, yaitu sebagai Dewan Penasihat. Namun, Eggi membantah mengenal kelompok Saracen, apalagi bergabung sebagai bagian dari kepengurusan Saracen.
 
Eggi pun menolak dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus ini. Sebab, selain merasa tidak terlibat, Eggi mengaku tidak tahu apapun soal kelompok penyebar fitnah itu. Padahal, belum ada pernyataan dari polisi akan memanggil Eggi sebagai saksi dalam kasus ini.




(HUS)