Pemanggilan dari Cluster Politik Berlanjut

Media Indonesia    •    Senin, 17 Jul 2017 07:37 WIB
korupsi e-ktp
Pemanggilan dari Cluster Politik Berlanjut
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengemukakan bila pemanggilan saksi-saksi untuk kepentingan kasus masih akan terus dilakukan untuk kasus KTP elektronik. Selama seminggu yang lalu KPK terus memanggil para saksi untuk kasus tersebut termasuk pemanggilan ulang dari saksi yang tidak memenuhi panggilan sebelumnya.

"Pemanggilan saksi masih akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan. Saat ini kami masih memproses satu orang di tingkat penyidikan, setelah dua orang sebelumnya sudah disidang di kasus KTP-el ini," terang Febri saat dihubungi, Minggu, 16 Juli 2017.

Saat ditanya soal tersangka baru, Febri tetap menjawab bahwa kemungkinan tersebut tetap ada. Namun, pihaknya tetap harus berjalan sesuai dengan prosedur bahwa diperlukan bukti permulaan yang cukup terpenuhi.

Pada seminggu kemarin KPK telah memanggil berbagai nama anggota dan mantan anggota DPR terkait dengan kasus KTP-el. Namun, hingga kini, meski Ketua KPK Agus Rahardjo telah mengungkapkan akan adanya tersangka baru, KPK masih belum mau mengungkapnya. 

Padahal Agus juga telah membenarkan pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait dengan kasus KTP-el. Terkait dengan hal tersebut, Febri menekankan KPK sangat berhati-hati dalam melakukan penanganan perkara.

Menurut dia, penetapan seseorang sebagai tersangka harus didasarkan bukti hukum dan bukan kepada tekanan politik. Meski sudah ada gelar perkara, bukan berarti sudah ada kecukupan barang bukti.

"Gelar perkara adalah proses untuk membahas perkembangan penanganan sebuah perkara," jelas Febri.

Baca: KPK tak Tutup Kemungkinan Novanto jadi Tersangka Kasus KTP-el

Dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP-el ini KPK sudah memproses dua tersangka, yaitu Irman dan Sugiharto, yang sedang dalam proses pengadilan. KPK saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi Agustinus disebut sebagai pihak swasta yang bermain dalam kasus yang merugikan negara hingga sekitar Rp2,3 triliun dari nilai proyek yang sebesar Rp5,9 triliun itu. Beberapa saksi  terus dipanggil untuk Andi. 


(OGI)

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

14 hours Ago

KPK memeriksa Mantan Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dal…

BERITA LAINNYA