PT Sandipala Mengaku Merugi karena KTP-el

Surya Perkasa    •    Jumat, 19 May 2017 07:32 WIB
korupsi e-ktp
PT Sandipala Mengaku Merugi karena KTP-el
Direktur PT Sandipala Paulus Tannos. Foto: MTVN/Surya Perkasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Sandipala Artha Putra disebut tak bisa untung dari proyek KTP elektronik. Selain ditelikung oleh Konsorsium PNRI dan Kemendagri, PT Sandipala juga digugat utang dari pemesanan chip.

Direktur PT Sandipala Paulus Tannos mengaku mengeluar banyak dana untuk bisa ikut proyek KTP-el. Dia harus mengakuisisi perusahaan lokal agar bisa ikut proyek yang dinilainya bisa menguntungkan secara jangka panjang.

"Untuk ikut, ada syarat harus memiliki mesin cetak dan pencetakan harus dilakukan secara lokal," kata Paulus saat memberikan kesaksian di sidang perkara KTP-el dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis 18 Mei 2017.

PT Sandipala harus berinvestasi hingga USD20 juta (sekitar Rp200 miliar) untuk pembelian mesin cetak ke sejumlah pemasok. Untuk meningkatkan kapasitas, mereka juga merujuk ke beberapa perusahaan pembuat mesin dari luar negeri.

Namun, jatah cetak 103 juta blangko untuk PT Sandipala berkurang dalam perjalanan proyek. Jatah tersebut beralih ke Perum PNRI. Perusahaan yang sudah berkomitmen dengan perusahaannya ternyata justru membuat kontrak dengan Perum PNRI.

Perum PNRI bahkan disebut Tannos menggelembungkan harga pembelian mesin dari perusahaan tersebut. PNRI membeli mesin dengan harga sekitar satu juta Euro, padahal mesin yang sama ditawarkan seharga 470 ribu Euro ke PT Sandipala.

Setelah berinvestasi besar-besaran, PT Sandipala justru tidak bisa memaksimalkan produksi karena jatahnya berkurang. Dia merasa kecewa karena toh akhirnya Perum PNRI memberikan kerjaan pencetakan blangko ke sejumlah perusahaan subkontraktor.

"Sedangkan Sandipala, kami membuat kartu blangko sendiri," tutur dia.

Kondisi keuangan PT Sandipala semakin tercekik karena pemesanan 100 juta chip kartu ke Oxel System Ltd tidak bisa dipakai. Chip disebutkan tidak bisa digunakan karena menggunakan perangkat lunak untuk SIM. 

Sementara itu, Konsorsium PNRI mengarahkan penggunaan chip ke jenis NXP dan SPM. PT Sandipala harus berhadapan dengan hukum. Oxel menagih pembayaran ke perusahaan Paulus.

"Saya dilaporkan ke polisi, kemudian saya pailit, jiwa saya terancam. Saya akhirnya ke Singapura sejak Maret 2012," kata dia. Dia mengaku, sebagian pembayaran proyek pun harus dibayarkan untuk utangnya yang mencapai ratusan miliar.

Baca: Dirut PT Sandipala Pernah Berisnis dengan Adik Gamawan

Jaksa pun menanyakan kondisi keuangan PT Sandipala. Dalam BAP milik Paulus, dari proyek ini dia mereka mendapat laba bersih sekitar Rp100 miliar. Jaksa pun mengaku heran dengan alasan Paulus kalau PT Sandipala merugi.

"Untung kalau dihitung aset mesin kita. Tapi kan itu tidak terpakai. Kapasitasnya tidak maksimal dipakai," pungkas dia.


(OGI)

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

18 minutes Ago

Agenda sidang perdana ialah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum pada KPK.
 

BERITA LAINNYA