Otto Bantah Dapat Tekanan Hadapi Kasus Novanto

Damar Iradat    •    Jumat, 08 Dec 2017 12:07 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Otto Bantah Dapat Tekanan Hadapi Kasus Novanto
Otto Hasibuan di KPK - Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Pengacara Otto Hasibuan membantah mendapat tekanan selama menangani kasus KTP elektronik yang menyeret Ketua DPR RI Setya Novanto. Otto memutuskan mundur sebagai kuasa hukum Novanto.

Otto menuturkan saat menerima tawaran sebagai salah satu tim kuasa hukum Novanto, ia sudah mempertimbangkan segala aspek dengan matang. Hal itu juga sudah dibicarakn dengan keluarganya.

"Saya juga tahu kalau menangani perkara yang high profile seperti ini kemungkinan yang akan terjadi, dibully, diancam, ditekan itu kan selalu standarlah kita harus perhitungkan. Tapi sampai sekarang itu tidak ada. Dan saya pikir tidak mungkin juga berguna mereka untuk menekan seorang advokat," ungkap Otto di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017.

Otto mengaku, rekan-rekannya sesama pengacara di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sempat mempertanyakan keputusannya untuk membela Novanto. Namun, saat itu ia mengaku berani mengambil langkah tersebut untuk menegakan profesi pengacara.

(Baca juga: Catatan Perbankan jadi Bukti Novanto Terima Uang KTP-el)

"Selama ini dianggap kalau advokat menangani koruptor, atau yang dituduh koruptor, atau pembunuh, sekali lagi dianggap advokatnya dianggap koruptor atau pembunuh juga," tutur dia.

Dia juga membantah keputusannya mundur lantaran Ketua Umum Partai Golkar itu tidak terbuka dalam perkara yang membelitnya. Otto bilang alasan utama mundur karena tidak adanya kesepakatan antara dua belah pihak dalam proses penanganan perkara.

Otto menuturkan dalam kode etik, salah satu alasan seorang advokat mengudurkan diri adalah, kalau memang di antara advokat dan kliennya tidak menemukan kata sepakat tentang cara penanganan perkara ini. Dia bilang ada banyak hal yang bisa menyebabkan ketidaksepakatan itu.

"Tentunya banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan," imbuh dia. 

(Baca juga: Novanto Terima USD7 Juta dari Proyek KTP-el)

Dia bilang hal itu menjadi rahasia antara pengacara dan kliennya. Oleh karena itu, sebagai advokat ia harus menjunjung tinggi dan menjaga teguh rahasia kliennya, termasuk Novanto.

Pengacara Jessica Kumala Wongso itu juga mengaku keputusannya mundur bukan karena tidak harmonisnya hubungan dengan tim kuasa hukum yang lain. Menurut dia hubungannya dengan kuasa hukum yang lain berjalan sangat baik.

"Saya kira antar pengacara itu enggak ada problem. Tidak ada kaitannya antara itu," tutur dia.

(Baca juga: Keuntungan Novanto akan Dibeberkan di Surat Dakwaan)
 


(REN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA