Sandi akan Bantu Logistik Kampanye

Siti Yona Hukmana    •    Minggu, 12 Aug 2018 11:10 WIB
Prabowo-Sandi
Sandi akan Bantu Logistik Kampanye
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Bakal calon wakil presiden (bacawapres) Sandiaga Uno akan membantu logistik kampanye untuk pemenangan dirinya dan bacapres Prabowo Subianto. Kampanye dijadwalkan berlangsung dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

"Rencana pembiayaan kampanye itu sangat pasti harus jadi pemikiran semua karena kampanye ini kan tidak murah, harus didukung oleh logistik yang kuat," kata Sandi di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 12 Agustus 2018.

Dia tidak membeberkan berapa dana yang dikeluarkannya untuk kampanye. Ia mengaku akan berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dana kampanye pada Senin, 13 Agustus 2018, setelah tes kesehatan.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta juga akan memperbarui laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke KPK. Laporan itu, aku dia, rutin dilakukan tiga bulan sekali.

"Jadi, saya akan lapor ke KPK bahwa kita mencoba melakukan penyusunan anggaran seperti ini. Kira-kira sumbernya dari sini, karena saya ada LHKPN saya akan sebutkan. Saya sediakan agar semuanya terang benderang jadi tidak ada yang ditutupi," ujar Sandi.

Sementara itu, ia memastikan tak ada mahar Rp1 triliun kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk kampanye. Hal itu menanggapi adanya dugaan mahar yang disebutkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

"Kita bisa pastikan itu tidak benar. Tidak benar mahar, karena semuanya harus sesuai undang-undang," ungkap suami Nur Asia itu.

Ia ingin Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan damai dan lancar. Dia pun berharap pasangan calon yang berlaga pada Pilpres nanti transparan kepada masyarakat.

"Terbuka saja saya bilang ini ada biayanya. Bagaimana penyediaannya, saya bersedia untuk menyediakan sebagian dari biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan juga bantuan kepada partai pengusung. Itu yang menjadi komitmen kita," ungkap dia.

Baca: Prabowo-Sandi Timba Ilmu dari SBY

Andi Arief sebelumnya menyindir Prabowo yang dianggap lebih tertarik dengan uang. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan dua hari jelang batas waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," tulis Andi Arief lewat akun Twitter-nya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Dia menjelaskan Sandiaga membayar mahar ke PAN dan PKS, masing-masing Rp500 miliar untuk menjadi calon wakil presiden usungan oposisi. Sandiaga Uno dan Prabowo pun dianggap mengatur 'skor' dalam pertandingan dengan Presiden Joko Widodo. 

"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami," pungkas Andi.


(OGI)