Ombudsman Mengantongi Informasi Baru dari Novel

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 15 May 2018 15:59 WIB
kpknovel baswedan
Ombudsman Mengantongi Informasi Baru dari Novel
Novel Baswedan/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Adrianus Meliala menerima sejumlah informasi malaadministrasi Polri soal penanganan kasus Novel Baswedan. Informasi didapat setelah Ombudsman bertemu perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Novel.

"Kami mengklarifikasi berbagai hal yang kami sudah dapatkan di kepolisian untuk kemudian ya itu benar atau tidaknya, kekurangan dan kelebihan gitu (kasus teror penyiraman air keras)‎," kata Adrianus di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Adrianus mengatakan saat ini pihaknya telah mengantongi sejumlah informasi baru dari Novel soal lambannya penananan kasus penyiraman air keras itu. Ombudsman akan mengklarifikasi keterangan Novel kepada Polri.

"Nah ini semua diperlukan dalam rangka kesimpulan akhir dari kegiatan Ombudsman selama ini yaitu melakukan kegiatan investigasi dengan inisiatif sendiri," ucap dia.

Adrianus mengakui investigasi dilakukan karena Polri terkesan lamban dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Dia berharap hasil investigasi Ombudsman membuat Polri lebih serius menuntaskan kasus teror tersebut.

"Dugaannya bahwa Polri sesuai dengan banyak yang bilang bahwa Polri dalam hal ini tidak fokus, tidak serius, melakukan pembiaran dalam rangka penanganan kasus Novel, gitu. Maka kami melakukan langkah ini," ucap dia.

Teror terhadap Novel terjadi pada 11 April 2018. Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Kedua mata Novel rusak parah bahkan hampir buta. Novel harus menjalani operasi di Singapura setahun belakangan.

Namun, hingga Novel kembali ke Indonesia, kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku maupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.


(OJE)