KPK Sita Rp70 Juta dari Politikus PDI-P Kebumen

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 16 Oct 2016 15:07 WIB
ott kpk
KPK Sita Rp70 Juta dari Politikus PDI-P Kebumen
Lambang KPK/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menyita yang puluhan juta rupiah dari Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Yudhi Tri H. Uang yang disita dalam operasi tangkap tangan, Sabtu 15 Oktober itu diduga duit suap.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Yudhi yang kini berstatus tersangka itu merupakan politikus PDI Perjuangan yang ditangkap di rumah seorang pengusaha di Kebumen sekitar pukul 10.30 WIB.

"Dari tangannya penyidik menyita Rp70 juta," kata Basaria dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016).

KPK kemudian menangkap Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo dari kantornya. Penyidik KPK juga menyebar ke lokasi lain.

Penyidik kemudian menangkap empat orang, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Hartono, serta pegawai PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group, Salim.

Yudhi, Sigit, Adi, Dian, Hartono, dan Salim dibawa penyidik dari Kebumen menuju Gedung KPK di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Yudhi dan Sigit sebagai tersangka sedangkan empat lainnya masih berstatus saksi.

Keduanya diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan 2016, Dinas Pendidikan mendapatkan Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga, serta teknologi informasi dan komputer.

Belakangan, ada kesepakatan antara tersangka dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar dana di Dinas Pendidikan bila proyek teralisasi.

"Kemudian kesepakatan diterima Rp750 juta," jelas Basaria.

Yudhi dan Sigit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

KPK kini juga memburu Direktur Utama PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group Hartoyo. Dia diduga memerintahkan Salim, bawahannya yang menjalankan anak usaha OSMA Group di Kebumen, buat menyuap pihak terkait proyek di Dinas Pendidikan.

"Harap beliau secepatnya melaporkan diri ke KPK, datang ke KPK. Sekarang beliau dicari kerjasama dengan Polri, lebih baik beliau serahkan diri ke KPK atau ke kantor polisi terdekat," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif.


(OJE)