Warga di Daerah Diimbau tak ke Jakarta Saat 2 Desember

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 08:37 WIB
unjuk rasa
Warga di Daerah Diimbau tak ke Jakarta Saat 2 Desember
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri berharap massa dari daerah tak ikut ke Jakarta saat aksi 2 Desember. Polri menyarankan massa di daerah menggelar kegiatan serupa di wilayahnya masing-masing.

"Daerah-daerah diimbau andaikan bisa dilaksanakan zikir atau istighasah itu sesuatu yang baik ketimbang harus ke Jakarta," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Boy Rafli Amar usai rapat pengamanan aksi 2 Desember di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11/2016) malam.

Pilihan itu, menurut Boy, lebih efisien bagi masyarakat di daerah. Opsi itu juga dinilai dapat meminimalisir resiko yang ada.

"Kalau masyarakat iring-iringan terlalu jauh juga beresiko. Lebih baik semangat melakukan istighasah di daerah itu bagian yang dianjurkan," ujar Boy.

Namun, kata Boy, hal itu bukan berarti massa dari daerah dilarang datang ke Jakarta ikut unjuk rasa 2 Desember. Kalau opsi yang dipilih harus datang ke Ibu Kota, pedemo harus memerhatikan keselamatan selama di perjalanan sampai kembali pulang.

"Patuhi petugas kita selama dalam pengamanan jalur di Jakarta, khususnya di silang monas. Terutama berkaitan dengan penempatan kendaraan dari luar kota. Nanti ada petugas khusus dari kita yang mengatur," ungkap Boy.

Aksi 2 Desember yang sebelumnya direncanakan digelar di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, bergeser lokasi ke Monumen Nasional. Kesepakatan ini diperoleh setelah adanya pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Polri.

Aksi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Tak ada orasi seperti unjuk rasa pada umumnya. Demonstrasi yang disebut 'super damai' itu justru bakal diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat bersama.


(MBM)