Novel Desak TGPF Teror Pimpinan KPK Dibentuk

Nur Azizah    •    Kamis, 10 Jan 2019 14:06 WIB
Teror Bom untuk Pimpinan KPK
Novel Desak TGPF Teror Pimpinan KPK Dibentuk
Penyidik senior Novel Baswedan--Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Penyidik senior Novel Baswedan meminta Presiden Joko Widodo memberikan atensi terhadap teror yang menimpa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Novel khawatir pelaku tidak bisa terungkap.

"Semoga bapak Presiden mau mendesak Polri untuk mengungkap ini semua, tidak seperti yang lain tidak terungkap sama sekali," kata Novel di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2018.

Ia pun meminta Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Bila Presiden turun tangan maka TGPF akan lebih efektif lantaran melibatkan semua kalangan.  

"Sebenernya bisa saja KPK melakukan itu, tapi akan lebih tepat bila presiden membentuk TGPF. Itu bisa juga diungkap dengan melibatkan semua kalangan," ungkap Novel.

Tadi pagi, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut tuntas kasus teror bom terhadap pimpinan KPK. Jokowi menegaskan intimidasi terhadap penegak hukum tak bisa dibiarkan.

"Saya rasa tidak ada toleransi untuk itu, kejar dan cari pelakunya," tegas Jokowi di Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2019.

Baca: 11 Saksi Diperiksa Terkait Teror di Rumah Laode

Presiden menyebut keamanan pimpinan selalu menjadi prioritas. Ia juga menjamin keamanan penyidik Lembaga Antirasuah.

Namun, Presiden ke-7 Indonesia itu takin KPK tak gentar. Teror tak akan menghentikan mereka memberantas korupsi di Tanah Air.

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief diteror bom, Rabu, 9 Januari 2019. Sebuah tas berisi pipa rakitan bom ditemukan di kediaman Agus di Bekasi, Jawa Barat.

Sedangkan rumah Laode di Kalibata, Jakarta Selatan, diserang dua bom molotov. Bom kedua yang dilempar diketahui meledak.


(YDH)