KPK Periksa Empat Kepala Sekolah Terkait Korupsi DAK

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 09 Jan 2019 11:37 WIB
OTT Bupati Cianjur
KPK Periksa Empat Kepala Sekolah Terkait Korupsi DAK
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto..

Jakarta: KPK memeriksa empat kepala sekolah di Kabupaten Cianjur. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.
 
Keempat orang itu yakni Kepala Sekolah SMP PGRI Cugenang Susila Direja, Kepala Sekolah SMPN Cikalongkulon Cecep Wahyu Wibisana, Kepala Sekolah SMPN PGRI Ciranjang Enay Sunarya dan Kepala Sekolah SMPN 2 Cibeber Esih Hasanah.
 
"Keempatnya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRM (Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu, 9 Januari 2018.
 
Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Rosidin. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Cepy Sethiady.
 
KPK menetapkan Irvan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin, dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady.

Baca: Harta Bupati Cianjur Mencapai Rp2 Miliar

Irvan diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar. Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur, Rudiansyah dan Bendahara MKKS, Taufik Setiawan diduga telah menagih fee kepada 140 kepala sekolah yang telah menerima alokasi DAK Pendidikan tersebut.
 
Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.




(FZN)