Jebakan Hedonisme Kehidupan Artis

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 09 Jan 2019 11:59 WIB
prostitusi artis
Jebakan Hedonisme Kehidupan Artis
Prostitusi online. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.

Jakarta: Komisi Nasional (Komnas) Perempuan memandang artis VA dan AS terjerumus ke dalam prostitusi online lantaran masalah gaya hidup. Tuntutan ekonomi dianggap menjadi latar belakang keduanya terpaksa melakukan perbuatan tak terpuji itu.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai permasalahan ekonomi menerpa artis yang mengalami penurunan aktivitas di dunia hiburan. Sementara itu, mereka sudah terperangkap ke dalam hedonisme dengan gaya hidup yang penuh keglamoran.

"Artis adalah salah satu target perdagangan manusia yang sedang mengalami kegalauan ekonomi, desakan dari orang sekitar. Katanya, 'Kok anya dapat (uang) segini'," kata Mariana kepada Medcom.id di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurut dia, situasi ini tanpa sadar membuat mereka mematok tarif pribadi kepada publik. Hal ini sama seperti kaum laki-laki yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapat pundi-pundi rupiah.

"Kalau artis mau tidak mau harus mewah, dia pakai kartu kredit, dia ngutang, dan menjadi sasaran perdagangan manusia," imbuh dia.

Di sisi lain, polisi memastikan terkuaknya kasus prostitusi artis VA dengan tarif Rp80 juta sekali kencan sesuai temuan di lapangan. Penyidik sudah mengantongi beberapa bukti, seperti ponsel, rekening, celana dalam milik VA, dan uang pengembalian dari VA ke penyidik sebesar Rp35 juta.

Baca: Sadisme Bisnis Prostitusi

VA dan AS ditangkap Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur pada Sabtu, 5 Januari 2019. Keduanya ditangkap bersama tiga orang lainnya, muncikari dan dua pemesan, di salah satu hotel di Surabaya, Jawa Timur. 

Polisi menangkap dua muncikari: ES, 37, di Surabaya dan TN, 28, di Jakarta. Dua muncikari sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mendalam modus operandi muncikari atas kasus prostitusi online ini.




(OGI)