Sofyan Basir Bahas Proyek PLTU Riau-1 di Rumah Novanto

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 11 Oct 2018 14:21 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Sofyan Basir Bahas Proyek PLTU Riau-1 di Rumah Novanto
Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Mantan anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengakui pernah memfasilitasi pertemuan Direktur Utama PLN Sofyan Basri dengan Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan itu berlangsung di kediaman eks Ketua DPR Setya Novanto.
 
"Iya, lupa tanggalnya (pertemuan Sofyan Basri dan Kotjo), setelah (Novanto) balik jadi ketua DPR, mungkin 2016," kata Eni dalam sidang kasus suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johanned Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.
 
Pertemuan itu difasilitasi oleh Eni atas permintaan Novanto. Sebab, dia diminta Novanto untuk mengawal proyek PLN yang akan dikerjakan perusahaan Kotjo.
 
Dalam pertemuan itu, Novanto menanyakan soal kemungkinan proyek PLTU yang bisa digarap oleh Kotjo. Sofyan pun menyampaikan proyek PLTU di wilayah Jawa sudah penuh. Namun, proyek tersebut bisa dilakukan di luar Jawa.
 
"Jawa sudah penuh, tapi kalau di luar Jawa dipastikan bisa, menurut Pak Sofyan Basir," ungkap Eni.

Baca: KPK Masih Butuh Eni Pertajam Keterlibatan Sofyan Basir

Johannes Kotjo didakwa menyuap Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan secara bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.
 
Suap diberikan pada 18 Desember 2017, 14 Maret 2018, 8 Juni 2018, dan 13 Juli 2018. Fulus itu diberikan agar Eni dan Idrus meloloskan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.




(FZN)