PK Irman Gusman Beririsan dengan Pensiun Artidjo

Damar Iradat    •    Rabu, 10 Oct 2018 13:41 WIB
irman gusman ditangkap
PK Irman Gusman Beririsan dengan Pensiun Artidjo
Suasana sidang pembacaan PK Irman Gusman/Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Eks Ketua DPD Irman Gusman membantah baru berani mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) setelah Hakim Agung Artidjo Alkostar pensiun. Terpidana kasus suap itu menjelaskan pihaknya butuh mempertimbangkan banyak hal sebelum mengajukan PK.

"Tidak ada hubungannya. Saya berjalan mengalir saja, memang sekarang waktunya. Tidak apa-apa 'dipesantrenkan'," kata Irman usai menjalani sidang pembacaan PK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.

Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Irman 4,5 tahun penjara. Irman dinilai terbukti menerima suap dalam kasus pengadaan gula Bulog di Sumatera Barat. Hakim juga mencabut hak politik Irman selama tiga tahun.

Baca: Irman Gusman Ajukan 3 Bukti Baru di Sidang PK

Irman menolak disebut mengikuti rekan terpidana lainnya yang ramai-ramai mengambil langkah hukum. Sejak Artidjo pensiun, banyak terpidana kasus korupsi mengajukan PK ke MA.

"Enggak juga. Ini hak diberikan kepada kita," ucap Irman.

Hakim Artidjo bisa disebut menjadi momok bagi para koruptor. Selama perjalanan kariernya, Artidjo selalu memutus hukuman lebih berat kepada para koruptor yang mengajukan banding atau kasasi.

Artidjo pensiun per 22 Mei 2018. Sejumlah terpidana kasus korupsi besar seperti Anas Urbaningrum, Siti Fadillah Supari, Muhammad Sanusi, dan Jero Wacik mengajukan PK tak lama setelah sang hakim purnatugas.




(OJE)