Dirut PT PJB Dipanggil KPK Terkait PLTU Riau-1

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 12 Oct 2018 11:12 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Dirut PT PJB Dipanggil KPK Terkait PLTU Riau-1
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara. Dia akan dikulik dalam kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dari tersangka IM (mantan Menteri Sosial) Idrus Marham)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat, 12 Oktober 2018.

Iwan sudah beberapa kali diperiksa KPK terkait kasus yang menyeret Dirut PLN Sofyan Basir itu. Dia diduga tahu banyak soal kesepakatan kerja sama proyek yang berujung rasuah itu.

Dari informasi yang dihimpun, PT PJB empat kali bertemu dengan bos BlackGold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). Johannes Kotjo adalah salah satu tersangka dalam kasus ini.

Mereka diduga berupaya melobi PLN agar menunjuk BlackGold sebagai salah satu konsorsium atau mitra yang menggarap proyek tersebut. Namun, Iwan yang sempat diperiksa KPK membantah hal tersebut. Dia berkelit tak ada penunjukan langsung dalam penggarapan proyek PLTU Riau-I tersebut.

Baca: KPK Yakin Sofyan Terlibat dalam Kasus PLTU Riau-I

Kesaksian Iwan Agung ini bertentangan dengan kesaksian Sofyan. Mantan Dirut BRI itu mengakui jika konsorsium yang ikut menggarap proyek PLTU Riau-I ditunjuk langsung. Bahkan, Sofyan dengan tegas menyatakan penunjukan langsung penggarap proyek itu sudah sesuai aturan.

Proyek PLTU Riau-1 adalah proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa-Bali, sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017.




(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA