KPK Periksa General Manager PT Hutama Karya

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 24 Jan 2018 11:28 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
KPK Periksa General Manager PT Hutama Karya
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--Antara/Reno Esnir

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa General Manager PT Hutama Karya Bambang Mustaqim. Dia diperiksa sebagai saksi untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari (RIW).

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW (Rita Widyasari)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu 24 Januari 2018.

Bambang merupakan tersangka kasus korupsi proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Riau, yang diduga telah merugikan negara senilai Rp34 miliar. Belum ada informasi detail kaitan Bambang dengan kasus pencucian uang Rita ini.

Baca: Uang Gratifikasi Bupati Rita Diduga dari Para Kadis Pemkab Kukar

Selain memeriksa Bambang, penyidik juga memanggil sejumlah petinggi perusahaan swasta. Antara lain, Salim selaku pengurus PT Gunakarya Nusantara, Wondo selaku pengurus PT Taman Sari Abadi, dan Agus selaku pengurus PT Aset Prima Tama.

Kemudian, Budi selaku pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri, Ipung selaku pengurus PT Yasa Patria Perkasa, Bambang selaku pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda, Budi selaku pengurus PT Budi Bakti Prima, Yakob, dan pengurus PT Karyatama Nagasari. "Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW," ujar Febri.

Baca: KPK Periksa Petinggi PT Sinar Kumala Naga

Febri mengatakan penyidik tengah memetakan kekayaan Rita. Salah satu yang didalami adalah penggunaan kekayaan Rita yang diduga dari hasil korupsi ataupun gratifikasi.

"Prinsipnya karena ini penyidikan TPPU, maka tentu pemetaan kekayaan dan aset menjadi satu hal yang tentu menjadi fokus KPK," pungkasnya.

KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Kemudian ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.



(YDH)