Bahrun Naim Diduga Berupaya Memalsukan Kematiannya

Damar Iradat    •    Selasa, 05 Dec 2017 15:45 WIB
terorisme
Bahrun Naim Diduga Berupaya Memalsukan Kematiannya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: MI/Irfan

Jakarta: Polisi tak mau gegabah mengonfirmasi kebenaran kabar kematian petinggi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Bahrun Naim. Polri bakal hati-hati untuk menyelidiki kematian Bahrun Naim.
 
Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, polisi akan menelusuri kebenaran kabar tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin kabar tersebut hanya trik agar Bahrun Naim tak lagi dikejar polisi.
 
"Bisa dia (Bahrun Naim) benar-benar meninggal, bisa tidak. Mungkin ini trik dia supaya tidak dikejar," kata Tito di Mako Polairud, Jalan Cirendeu Raya, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Tito mengatakan, kabar kematian Bahrun berkembang dari media sosial yang terjalin di kalangan jaringan kelompok teroris, baik yang diluar negeri maupun di Indonesia. Mereka, kata Tito, membicarakan tentang tewasnya Bahrun Naim di Suriah.
 
Menyikapi masalah ini, kata Tito, pihaknya harus mencari sumber resmi yang akurat. Sumber itu bisa dari interpol di luar negeri yang memiliki akses di Suriah.
 
"Bisa Amerika, Rusia, Arab, Inggris, yang memiliki akses betul atau tidak. Tapi sampai saat ini sudah dicek oleh Densus 88 dan intelijen, mereka belum mengonfirmasi," tegas Tito.
 
Jika kabar kematian Bahrun Naim benar, kata Tito, maka hal tersebut berdampak positif bagi penanganan terorisme di Indonesia. Sebab, Bahrun Naim merupakan salah satu sosok yang berperan sebagai perantara ISIS elit, ISIS central, dengan kelompok pimpinan dan tokoh-tokoh terorisme lainnya.
 
Bahkan, kata Tito, Bahrun kerap operatif kepada pelaku langsung yang berada di  di Indonesia. Salah satu contohnya kasus bom Thamrin awal 2016 lalu yang berhubungan dengan Bahrun Naim.
 
Baca: Polri Selidiki Kematian Bahrun Naim

"Operatifnya, dia memiliki konteks tokoh-tokohnya yang ada di Indonesia. Jadi peran dia mirip dengan peran Hambali saat zaman al-qaedah dengan Jamaah Islamiyah, Jemaat Islam Indonesia perantra itu disini Bahrun Naim," kata Tito.
 
Bahrun Naim diduga berada di balik beberapa insiden ledakan di Indonesia. Salah satunya teror bom di Jalan M.H. Thamrin, awal Januari 2016. Pria yang dicokok Densus 88 pada 2010 dan bebas 2 tahun setelahnya itu disebut sebagai otak di balik ledakan di pusat Jakarta itu.
 
Bahrun Naim juga dikenal piawai merekrut hingga merancang teror. Tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu sasaran perekrutan kelompok Bahrun Naim. Pria ini juga pernah menjadi narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak.




(FZN)

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

17 minutes Ago

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S…

BERITA LAINNYA