Kabakamla Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 12 Oct 2017 08:11 WIB
suap di bakamla
Kabakamla Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Ari Soedewo. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Ari Soedewo mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ari sedianya dijadwalkan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Selain menelusuri aliran dana dari proyek itu, keterangan jenderal bintang tiga angkatan laut itu dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan (NH).

"Laksamana Madya Ari Soedewo, Kabakamla, saksi NH (Nofel Hasan) dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI, belum ada informasi atas ketidakhadiran saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Febri mengaku belum mendapat informasi dari penyidik mengenai jadwal pemeriksaan ulang. Menurutnya, pemanggilan terhadap Ari akan dikoordinasikan dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang ikut menangani kasus tersebut.

"Nanti kita koordinasikan lagi. Termasuk koordinasi dengan Pom TNI karena sebelumnya kita sudah punya komunikasi yang baik dengan Pom TNI," pungkas Febri.

Ini bukan pertama kali penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap Ari. Sebelumnya, Ari pernah dijadwalkan untuk diperiksa dalam kasus yang sama.

Ari bahkan pernah bersaksi dalam sidang perkara suap di Bakamla tersebut. Salah satu tersangka dalam kasus ini, mantan Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi pernah menyebut adanya pembagian fee 7,5 persen dalam proyek pengadaan satelit monitoring Bakamla merupakan arahan dari Ari.

 


(DRI)