Olly Dicecar Hubungannya dengan Tersangka KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:13 WIB
korupsi e-ktp
Olly Dicecar Hubungannya dengan Tersangka KTP-el
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey usai diperiksa KPK - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Olly mengaku dicecar soal hubungannya dengan dua tersangka korupsi KTP-el yakni Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS) dan Markus Nari.

"Klarifikasi buat tersangka Markus Nari sama Anang, makanya lama dua BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Ditanya kenal enggak," ungkap Olly di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Kepada penyidik Olly mengaku tidak mengenal Anang. Bendahara Umum PDI Perjuangan itu juga berkelit saat disinggung soal mark up anggaran KTP-el oleh pihak legislatif.

"Mana ada orang mark up anggaran di DPR," ucap dia.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis biro Humas KPK, mantan Wakil Ketua Banggar DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang. Namun, selama pemeriksaan Olly juga dimintai keterangan untuk tersangka Markus Nari.

"Jadi, dari pukul 10.00 sampai 12.00 WIB (memeriksa) Anang. Dari istirahat pukul 13.00 sampai 15.00 WIB (memeriksa) Pak Markus Nari," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Olly bersikeras menyebut tidak ada masalah dalam proses anggaran KTP-el. "Enggak ada masalah orang yang setujui pemerintah, ada di nota keuangan kok," pungkas Olly.

Olly diperiksa bersama dengan anggota DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini serta tiga mantan anggota DPR M Jafar Hafsah, Rindoko Dahono Wingit, dan Numan Abdul Hakim.

Nama Olly, Jazuli, Jafar, Rindoko, dan Numan masuk pusaran korupsi KTP-el. Bahkan, dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto mereka disebut ikut menikmati uang panas dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Olly disebut menerima uang sebesar USD1,2 juta. Jazuli, Numan, dan Rindoko masing-masing disebut menerima USD37ribu, serta Jafar sekitar USD100 ribu. Namun, pada beberapa kesempatan mereka membantah menerima uang dari proyek KTP-el, hanya Jafar yang telah mengembalikan uang tersebut ke KPK.

Perusahaan milik Anang, PT Quadra Solutions, diketahui menjadi bagian dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Konsorsium itu merupakan pemenang tender dalam proyek KTP elektronik yang menelan biaya negara hingga Rp5,9 triliun.

Anang Sugiana diduga kuat mengeruk keuntungan untuk diri sendiri, orang lain, atau korporasi dalam proyek KTP-el. Anang juga diduga ikut menyerahkan uang kepada Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR lain yang terlibat dalam proyek itu. 




(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA