Hakim Putuskan Etihad Airways Bersalah

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 04 Dec 2017 17:23 WIB
penerbangan
Hakim Putuskan Etihad Airways Bersalah
Suasana sidang putusan gugatan terhadap Etihad Airways - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memutuskan pihak maskapai Etihad Airways bersalah. Maskapai tersebut terbukti melakukan tindakan diskriminatif kepada kaum disabilitas.

"Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian dan menyatakan tergugat satu melakukan tindakan melawan hukum," kata Ketua Majelis Hakim Ferry Agustina Budi Utami dalam sidang putusan gugatan terhadap Etihad Airways di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Hakim Ferry menyebut pihak Etihad harus meminta maaf atas kelalaian petugas yang tidak memberikan pelayanan sebagai mestinya kepada penyandang disabilitas. Permintaan maaf ini harus disiarkan melalui satu media cetak nasional, yakni Harian Kompas.

Ia menuturkan pihak Etihad juga harus berjanji akan memperbaiki pelayanannya kepada semua calon penumpang, termasuk kaum disabilitas.

Tak hanya itu, PN Jaksel juga menjatuhi hukuman kepada pihak Etihad untuk membayar ganti rugi materil sebesar Rp37 juta dan immaterial Rp500 juta.

"Tergugat dibebankan membayar ongkos perkara sebesar Rp1.011.000," ujar Hakim.

Dwi Aryani, penyandang disabilitas menggugat Etihad, PT Jasa Angkasa Semesta, dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Hal ini disebabkan dirinya diturunkan dari pesawat Etihad saat akan terbang ke Geneva.


Dwi Aryani - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.


Saat itu, ia menggunakan kursi roda tanpa pendampingan dan dianggap membahayakan penerbangan. Dalam tuntutannya, Dwi meminta tergugat meminta maaf melalui lima media nasional serta meminta ganti rugi materil dan immateril.

Dia merasa sangat dirugikan karena tidak bisa berangkat ke Geneva. Saat itu, ia harus menghadiri pelatihan tingkat internasional untuk penyandang disabilitas.

Dwi menilai putusan ini sangat berarti bagi kaum disabilitas. Ia menyebut putusan ini menjadi tolok ukur bahwa hak-hak disabilitas harus diperjuangkan.

"Dan, ini menjadi hadiah atau kado terindah untuk hari besar disabilitas internasional yang diperingati pada 3 Desember kemarin. Di mana hak-hak kita untuk akses pelayanan publik itu harus dihormati dan sekali lagi ini ke depannya harapannya jadi yurisprudensi agar kasus-kasus seperti ini tidak akan terulang lagi," kata Dwi selepas sidang.

Kuasa hukum dari Etihad Airways, Gerald Saratoga Sarayar, tak mau berkomentar mengenai putusan ini. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan untuk menyikapi putusan ini.

"Kita belum bisa berbicara, itu keputusan nanti. Belum ada apa-apa. Dan kita belum punya kuasa untuk berbicara," ucap dia. 
 


(REN)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

1 day Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA