Tito tak Segan Tindak Tegas Bandar Narkoba

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 07 Jan 2017 05:21 WIB
narkoba
Tito tak Segan Tindak Tegas Bandar Narkoba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika masih berbintang tiga. Antara/Puspa P.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali ingatkan jajarannya untuk lakukan tindakan tegas ke setiap bandar narkoba. Hal ini diungkap usai Polri menangkap dan menembak mati tersangka narkoba jenis sabu jaringan Internasional.

"Saya sudah sampaikan ke Tim Polri, agar jangan segan dan ragu melakukan tindakan sesuai SOP bila tersangka terutama bandar termasuk WNA jaringan narkotika internasional akan merusak bangsa kita," tegas Tito di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2016). 

Menurut dia, tindakan tegas diperlukan bila pelaku melakukan perlawanan agar tidak membahayakan petugas dan masyarakat. Dia pun mengancam akan mengganti personel bila justru takut dengan para bandar.

"Ini menyampaikan message bahwa tindakan kita tegas kalau terjadi perlawanan saya perintahkan seluruh jaringan untuk jangan segan dan jangan ragu dan takut untuk lakukan langkah tegas. Kalau yang takut kita ganti," pungkas dia. 

Seperti diketahui, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai usai mencokok satu tersangka Kessy, pengedar narkoba jenis sabu jaringan internasional. Warga negara (WN) Tanzania itu memasok sabu dari Malaysia atas suruhan pacarnya dengan upah USD1500 ke Indonesia. 

Sesampainya di Indonesia, Kessy diarahkan untuk bertemu dengan dua pengedar di Indonesia. Mereka bernama Malachy Chiwetalu Ayogu dan Chukwuebuka Cornelius Ifeanyi. 

Setelah bersepakatan untuk bertemu di salah satu restoran cepat saji di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, petugas lantas mencokok pertama Cornelius. Saat dilakukan pengembangan, Cornelius melawan petugas sehingga ditembak mati. 

Malachy juga pun melakukan perlawanan dengan mencoba melarikan diri , ketika dilakukan pengembangan. Walhasil Malachy pun menyusul Cornelius. Dia pun dibedil hingga tewas. 

Dari mereka disita barang bukti berupa 86 butir kapsul diduga berisi sabu total berat 610 gram, satu bungkus ganja seberat empat gram, satu paspor WN Tanzania atas nama Kessy Lilian Venance, satu paspor WN Nigeria atas nama Ayogu Malchy Chiwetalu, dokumen UNHCR atas nama Chukwuebuka Chornelis Ifemy. Polisi juga mengamankan satu buah telepon genggam dengan simcard nomor Tiongkok, satu buah ponsel hitam dengan simcard Tekomsel, dua tiket boarding pass, tas ransel hitam, tas wanita warna merah, uang tunai USD500, CNY43, dan RM20. 

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 13e ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. 


(OGI)

Melihat Kemana Arah Suara Agus-Sylvi

Melihat Kemana Arah Suara Agus-Sylvi

10 minutes Ago

Kontestasi Pilkada Jakarta kian memanas setelah hampir dipastikan proses pencarian Gubernur DKI…

BERITA LAINNYA