Pengawasan Lapas Jangan Terfokus kepada Napi

   •    Selasa, 11 Dec 2018 10:58 WIB
narapidana
Pengawasan Lapas Jangan Terfokus kepada Napi
Ilustrasi/Medcom.id

Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM diminta untuk mengawasi semua unsur yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan (rutan). Kasus pelarian narapidana kasus narkoba bernama M Said dari Rutan Klas I Cipinang yang dibantu petugas harus menjadi pelajaran.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta pegawai tata usaha yang membantu kabur napi itu dihukum maksimal jika terbukti bersalah. Apalagi jika benar ada hubungan asmara dan sempat diiming-imingi Rp2 miliar.

“Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi Rutan Cipinang. Sangat disayangkan profesionalisme pegawai terganggu hubungan asmara yang berbuntut upaya melawan hukum dengan membantu narapidana kabur,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Selasa, 11 Desember 2018.

Ia menambahkan kisah klasik iming-iming besar yang diberikan kepada oknum pegawai juga harus menjadi perhatian serius. "Motif materi berulang kali terungkap dalam upaya pelarian napi. Harus dicari kenapa oknum pegawai tergoda dengan imbalan besar,” kata dia.

Sahroni menuturkan penerimaan pegawai harus lebih selektif. Tak hanya berdasarkan kemampuan akademik, tapi juga mental yang baik. Ia juga meminta kepala rutan dan lapas untuk menciptakan jarak antara petugas dengan napi.

“Misalkan dengan rotasi secara acak. Kendala minimnya SDM dengan jumlah napi yang melebihi daya tampung memang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secepatnya,” kata politisi Partai NasDem ini.

Baca: Napi Cipinang Kabur Dibantu Pegawai Lapas

Kepala Rutan Cipinang Oga G Darmawan mengungkapkan pelarian Said diketahui saat pergantian petugas jaga piket dari malam ke pagi hari. Dari catatan petugas jaga pagi hari diketahui satu dari 4.126 napi yang berada di Lapas Kelas 1 Cipinang telah menghilang.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan ada peran pegawai perempuan yang bertugas di bagian tata usaha (TU) berinisial Yuh. 

"Terlihat ada mobil Livina yang kami ketahui milik seorang pegawai. Wanita berinisial Yuh inilah yang membantu pelarian tahanan bernama Said," kata Oga, kemarin.

Hubungan Yuh dengan Said yang divonis 19 tahun penjara atas kasus narkoba sebenarnya sudah tercium. "Makanya, Yuh dipindahkan ke bagian TU," kata dia. 

Rutan Klas I Cipinang saat ini dihuni oleh 4.126 warga binaan. Padahal, daya tampung ideal rutan ini adalah 1.100 warga binaan.




(UWA)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA