PPP Bakal Kawal Proses Hukum Ahok

Al Abrar    •    Selasa, 29 Nov 2016 05:57 WIB
kasus hukum ahok
PPP Bakal Kawal Proses Hukum Ahok
Ilustrasi. Bendera PPP. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Baidowi memastikan Fraksi PPP akan mengawal proses hukum dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh petahana Basuki Tjahaja Purnama. Proses hukum harus berjalan seadil-adilnya.

"PPP melalui poksi di komisi tiga DPR memastikan proses hukum terhadap seseorang yang diduga menistakan agama itu berjalan fair, objektif, transparan dan tidak ada intervensi dari siapapun," kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Pada 2 Desember 2016 akan digelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan mengatasnamakan Aksi Bela Islam III. Aksi dipelopori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang akan diikuti umat Islam dari berbagai daerah di Jakarta.

Baidowi berpendapat bila tujuan unjuk rasa adalah penegakan hukum penistaan agama, dia mengajak masyarakat menyerahkan pada proses hukum yang dilakukan Kepolisian. "PPP melihat tujuan aksi itu apa. Kalau tujuannya untuk memastikan proses hukum yang diduga penistaan agama, maka sebenarnya koridor hukumnya sudah jelas," ujarnya.

Anggota Komisi II ini juga menambahkan, profesionalisme Polri sebagai institusi dipertaruhkan dalam menangani kasus penistaan agama. Sebab, sebelumnya Polri sudah pernah menangani hal serupa sehingga harus menerapkan perlakuan yang sama.

Terkait aksi unjuk rasa di Jakarta, yang akan diisi dengan istighosah dan salat Jumat di Monas. Baidowi mengimbau sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan di daerah masing-masing. DPP PPP juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di daerah untuk memfasilitasi kegiatan tersebut di wilayah masing-masing.

"PPP menginisiasi supaya tidak semuanya ingin ke Jakarta. Kalau memang ada aspirasi kita ingin mendoakan umat di Indonesia, demi keselamatan bangsa, teman-teman DPC akan memfasilitasi kegiatan tersebut. Seluruh daerah kami instruksikan," ucap dia.


(OGI)