Wartawan Metro TV Laporkan Kasus Kekerasan ke Polres Banyumas

   •    Rabu, 11 Oct 2017 07:04 WIB
kekerasan anak
Wartawan Metro TV Laporkan Kasus Kekerasan ke Polres Banyumas
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Purwokerto: Wartawan MetroTV, Darbe Tyas melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya saat meliput pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Baturraden ke Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah.

Darbe yang mendatangi Markas Polres Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa malam, didampingi Kepala Biro MetroTV Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah Nizar Kherid diterima langsung oleh Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Yudhantara Salamun. Laporan Darde diterima dengan nomor LP/B/165/X/2017.

Selain Darbe, fotografer Harian Suara Merdeka yang melihat langsung tindak kekerasan itu, Dian Aprilianingrum juga dimintai keterangan sebagai saksi oleh petugas SPKT.

Nizar mengatakan pihaknya selaku perwakilan Redaksi MetroTV Jakarta ingin memastikan proses hukum terhadap kasus kekerasan yang dialami jurnalis televisi swasta nasional itu berjalan lancar dan tuntas.

"Buktinya sudah ada, ada visum, ada saksi, ada rekaman gambar dan banyak sekali yang bisa memberikan keterangan juga meskipun bukan dari kalangan wartawan, ada pula warga. Artinya tidak sulit dalam mengungkap kasus ini dan Kapolres sudah memastikan ada identitas yang sudah diperiksa dari
anggotanya, sebagian juga dari anggota Satpol PP," kata Nizar, seperti dilansir dari Antara, Rabu 19 Oktober 2017,

Ia mengatakan apa pun bentuk kekerasan kepada wartawan adalah kejahatan yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers khususnya Pasal 18 ayat 1 yang menjelaskan bahwa segala bentuk pelarangan terhadap kegiatan kebebasan pers bisa dipidana dengan ancaman hukuman dua tahun
penjara atau denda Rp500 juta.

 Ia menginginkan kasus kekerasan yang dialami Darbe menjadi yang terakhir dan ingin menuntaskan kasus tersebut dengan cara menangkap pelaku hingga diproses pidana dengan seadil-adilnya dan setegak-tegaknya.

Sementara itu, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Darbe Tyas atas tindak kekerasan yang dialaminya saat meliput pembubaran paksa unjuk rasa
penolakan proyek pembangunan PLTPB Baturraden di Alun-Alun Purwokerto, Senin malam.

"Kemudian dari hasil interogasi terhadap anggota kami dan melakukan prarekonstruksi tadi, kami sudah bisa mengarah terhadap pelaku, oknum dari anggota kami yang melakukan pemukulan terhadap saudara Darbe Tyas. Untuk saat ini, baru kami indikasikan ada empat orang namun demikian ini masih bisa berkembang karena dari pengakuan saudara Darbe Tyas, selain dari Kepolisian juga ada instansi lain, dari Satpol PP," kata Bambang.

Ia berjanji mengusut kasus tersebut sampai tuntas karena secara administrasi, empat oknum polisi itu melanggar kode etik sehingga secara otomatis pelanggaran tersebut sudah melekat. Dengan demikian, kata dia, keempat oknum polisi itu sangat memungkinkan diberhentikan namun menunggu proses persidangan.

"Kemudian untuk pidananya, saat ini yang dilaporkan perkara 170 (Pasal 170
KUHP, red.), pengeroyokan, itu akan kami tindak lanjuti semua," jelas Bambang.


(SCI)