Zumi Zola Penuhi Panggilan KPK

Arga sumantri    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:08 WIB
kasus suap
Zumi Zola Penuhi Panggilan KPK
Gubernur Jambi Zumi Zola tiba di Gedung KPK--Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Gubernur Jambi Zumi Zola memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Zumi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengesahan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jambi tahun anggaran 2018.

Zumi tiba di gedung KPK, sekitar pukul 10.00 WIB didampingi sejumlah orang. Mengenakan batik lengan panjang, ia enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya hari ini "Nanti ya setelah pemeriksaan," kata Zumi di Gedung KPK, Jumat, 5 Januari 2017.

Zumi tak menggubris saat dicecar awak media terkait kasus suap APBD Jambi. Politikus PAN itu memilih langsung masuk ke dalam gedung antirasuah.

KPK juga memeriksa Ketua DPRD Jambi Cornelius Bustonlebih. Cornelius datang lebih awal dari Zuni untuk memenuhi pemeriksaan penyidik KPK. Cornelius juga bungkam dan memilih langsung masuk ke lobi Gedung KPK.

Baca: KPK Bakal Periksa Zumi Zola Hari Ini

Selain Zumi dan Cornelius, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD Jambi Zoerman Manap dan pihak swasta bernama Ali Tonang. Mereka diperiksa untuk tersangka Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAI (Saifudin)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dugaan keterlibatan Zumi mencuat lagi usai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik mengakui mendapat perintah Gubernur Jambi Zumi Zola untuk menyerahkan sejumlah uang kepada anggota DPRD Jambi, terkait pengesahan APBD Jambi 2018. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Erwan, Lifa Malahanum Ibrahim, usai mendampingi kliennya diperiksa di Gedung KPK, Rabu 3 Januari.

Lifa menyebut permintaan 'duit ketok palu' APBD Jambi 2018 tidak hanya sekali. Ia menyatakan, kalau kliennya tidak mungkin memberikan uang tanpa seizin pimpinan yang tak lain sang Gubernur Zumi Zola.

"Sekda yang definitif sudah lewat dua bulan yang lalu diganti. Jadi klien (Erwan Malik) kami hanya menjalankan arahan dari pimpinan (Gubernur Jambi Zumi Zola)," kata Lifa.



(YDH)