Helmi Divonis Menderita Gangguan Jiwa Sejak 1999

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 23 Nov 2017 17:48 WIB
penembakan
Helmi Divonis Menderita Gangguan Jiwa Sejak 1999
Tersangka pelaku penembakan Dokter Letty Sultri, Dokter RH (tengah) mengikuti pra rekonstruksi yang digelar pihak kepolisian di tempat kejadian perkara di Azzahra Medical Centre, Jakarta, Senin (13/11) - ANT/Khairun Nisa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Rihat Manulang, kuasa hukum dokter Rian Helmi mengungkapkan kliennya pernah divonis menderita gangguan jiwa. Penembak istrinya itu hingga kini masih menjalani pengobatan. 

"Kalau dari keterangan keluarga, dokter Helmi memang dari dulu ada sesuatu yang beda. Sebenarnya dari tahun 1999 dokter Helmi ini sudah menjadi pasien gangguan jiwa," kata Rihat di Polda Metro Jaya, Kamis, 23 November 2017.

Rihat melanjutkan, selama ini Helmi dirawat oleh salah satu dokter di RSPAD, dokter Maria Polwan. Kliennya rutin mengonsumsi obat alganax yang mengandung aprazolam sebagai obat penenang depresi. 

"Setiap hari dan setiap minggu dokter Helmi mengonsumsi alganax. Itu artinya dokter Helmi ini mengalami depresi yang luar biasa," ungkap Rihat. 

Namun, Rihat menolak menjelaskan perihal seorang penderita gangguan jiwa bisa mendapatkan gelar dokter. Menurut dia, proses pemeriksaan belum sampai ke sana. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan agar menemukan titik valid.

"Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat melihat bahwa jangan sampai ada yang menyatakan ini gangguan jiwa atau tidak jadi mari kita hormat dulu proses penyidikannya sehingga nanti kita akan memberikan fakta-fakta yang lebih valid pada proses penyidikan ini," sambung dia. 

Dokter Helmi membunuh istrinya, Letty Sultri, saat tengah berpraktik di Azzahra Medical Center Cawang, Kamis 9 November, sekitar pukul 14.00 WIB. Enam peluru ditembakkan ke kepala dan tubuh Letty. Motif pembunuhan diduga karena persoalan rumah tangga. Letty enggan rujuk dengan Helmi.
 


(REN)

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

1 hour Ago

KPK menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo sebagai tersangka koru…

BERITA LAINNYA