Kronologi OTT Bupati Nganjuk

Lis Pratiwi    •    Kamis, 26 Oct 2017 18:47 WIB
kasus korupsi bupati nganjuk
Kronologi OTT Bupati Nganjuk
Bupati Nganjuk Taufiqurahman (tengah). Foto: ANT/Prasetia Fauzani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK), kemarin. OTT dilakukan setelah Taufiq dan rekan-rekannya bertemu di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
 
“KPK mengetahui keberadaan Taufiq di Jakarta hari Selasa. Taufiq dan ajudannya kemudian bermalam di hotel tersebut selasa malam,” kata Komisioner KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis 26 Oktober 2017.

Baca: KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk

Selanjutnya, kata Basaria, pada selasa malam, IT, istri Taufiq tiba di Jakarta bersama ajudannya dan menginap di hotel yang sama. Tak selang lama, IH, SUW, dan B juga tiba di Jakarta dari Nganjuk dan menginap di hotel lain sekitar Gambir.
 
Pada pagi hari, IH, SUW, dan B menuju hotel tempat Taufiq menginap. Disusul rombongan lain yang baru tiba di Jakarta SA, S, dan J. Sepuluh orang tersebut bertemu di restoran hotel tempat Taufiq dan istrinya menginap.
 
“Saat itu diduga mereka melakukan transaksi dengan menyerahkan uang sejumlah Rp298 juta ke Taufiq,” jelas Basaria.
 
Sekitar pukul 11:30 WIB, Taufiq, IT, B, dan dua ajudannya akan meninggalkan hotel tempat menginap. Sementara lima lainnya masih berada di restoran hotel.
 
“Uang yang dimasukkan dalam dua tas hitam itu tidak dibawa Taufiq, tapi dititipkan oleh IH yang masih di restoran,” beber Basaria.
 
KPK lalu menghentikan rombongan yang akan keluar restoran hotel menggunakan mobil sewaan. Bersama supir rental, kata Basaria, mereka dibawa ke gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
Tim KPK kemudian mengamankan lima orang lainnya yang masih di dalam hotel beserta barang bukti. Mereka turut digelandang ke gedung KPK. Malam harinya, KPK juga menangkap tersangka lain, yakni MB di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Baca: Hasto Tegaskan Tindakan Bupati Nganjuk tak terkait Partai  

“Di Nganjuk, tim terpisah juga mengamankan delapan orang terkait kasus ini, yaitu T, H, SUT, CSE, SUR, OHP, TFY, dan SUM,” imbuhnya.
 
Dari total 20 pihak yang diamankan, KPK menetapkan lima tersangka, yakni Taufiqurrahman (TFR), Ibnu Hajar (IH), Suwandi (SUW), Mukhammad Bisri (MB), dan Harjanto (H).
 
Berikut 20 nama yang diamankan terkait dalam OTT Bupati Nganjuk:
 
   1. Taufiqurrahman, Bupati Nganjuk periode 2013-2018.
   2. Ibnu Hajar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk.
    3. Suwandi, Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk, orang dekat Bupati Nganjuk.
    4. Mukhammad Bisri, Kepala Bagian Umum RSUD Kabupaten Nganjuk.
    5. Harjanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk.
    6. B, wartawan media online di Nganjuk.
    7. IT, istri bupati Nganjuk, sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang.
    8. CSE, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
    9. SUR, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
    10. TFY, Direktur RSUD Kertosono.
    11. D, ajudan istri Bupati Nganjuk.
    12. R, ajudan Bupati Nganjuk.
    13. OHP, ajudan Bupati Nganjuk.
    14. J, Sekretaris camat Tanjung Anom.
    15. SA, Lurah di Kabupaten Nganjuk, sekaligus bakal calon wakil bupati Nganjuk.
    16. S, mantan kepala desa.
    17. T, Kepala Sekolah SMP 1 Tanjung Anom.
    18. SUT, Kepala Sekolah SMPN 5 Nganjuk.
    19. BS, supir rental.
    20. SUM, supir.




(FZN)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA