Kubu Fredrich Masih Pikir-pikir Praperadilan

Arga sumantri    •    Kamis, 11 Jan 2018 19:53 WIB
setya novanto
Kubu Fredrich Masih Pikir-pikir Praperadilan
Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi. MI/Arya Manggala.

Jakarta: Fredrich Yunadi belum pasti menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat jalur praperadilan. Kubu Fredrich masih mempertimbangkan rencana itu. 

"Kita masih lihat baik buruknya, manfaatnya, kerugiannya dan peluangnya," kata Ketua tim pengacara Sapriyanto Refa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Januari 2018.

Refa masih menimbang banyak hal. Meski, Refa menemukan sejumlah celah dalam proses hukum terhadap kliennya. Misalnya, penerapan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Pasal itu bagi kami adalah pasal karet. Itu merupakan pasal turunan, pasal utamanya kan korupsi. Pasal korupsi itulah harusnya urus dulu," jelas Refa.

Meski begitu, gugatan praperadilan belum jadi pilihan utama. Refa khawatir gugatan sia-sia karena pertimbangan yang tak matang. "Makanya nantilah itu, masih kita pertimbangkan," kata dia.

KPK menetapkan Fredrich sebagai tersangka dugaan obstruction of juctice atau menghalang-halangi proses penyidikan perkara KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto. Selain Fredrich, lembaga anti-korupsi juga akan menetapkan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK melalui Ditjen Imigrasi juga mencegah keduanya bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Pencegahan juga dilakukan untuk ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.


(DRI)