Agama dan Negara Harus Dicintai

Nur Azizah    •    Jumat, 04 Aug 2017 10:32 WIB
radikalisme
Agama dan Negara Harus Dicintai
Pimpinan pondok pesantren Darul Hikmah KH. Afif Khafifi (tengah) bersama Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif (Kiri) dan Analis Kebijakan Humas Divisi Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo Hartono (kanan) - MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Mencintai negara harus sama besarnya dengan mencintai Agama. Keduanya harus jalan beriringan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan.

Hal itu disampaikan pimpinan pondok pesantren Darul Hikmah KH. Afif Khafifi dalam sosialisasi Kontra Radikal yang dihelat Divisi Humas Polri di Polresta Tangerang. Kiyai Afif menyampaikan, Islam datang dengan membawa kasih sayang, bukan kekerasan.

"Dulu zaman Jahiliyah anak perempuan dikubur hidup-hidup dan penuh peperangan. Lalu datang Islam dengan kedamaian," kata Afif di Aula Puspemkab Tangerang, Jumat, 4 Agustus 2017.

Ia lantas mengutip sebuah ayat Alquran yang artinya, masuklah dalam Islam dengan penuh kedamaian. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga Indonesia. 

"Isi kemerdekaan kita dengan perjuangan. NKRI harus dijaga dengan penuh cinta. Termasuk menjaga Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945," ucap dia. 

Sayangnya, di tengah usaha mempertahankan bangsa ada saja kelompok yang hendak mengubahnya. Afif menyampaikan, hal tersebut dikarenakan adanya kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. 

"Dunia ini seperti sudah tanpa pagar. Karena faktor teknologi mereka jadi memahami Islam sepotong-sepotong. Misalnya jihad, dia mikir jihad itu perang. Padahal bukan," tegas dia.

Kiayi berusia 78 tahun ini menyampaikan, jihad saat ini ialah melawan kemiskinan, kebodohan, dan melaksanakan seluruh perintah Allah. "Jihad membawa perubahan dari yang jelek ke baik. Itu jihad secara umum," pungkas dia. 




(REN)