Polisi Mengantongi Bukti Kaitan Asma Dewi dengan Saracen

Arga sumantri    •    Kamis, 14 Sep 2017 14:30 WIB
ujaran kebencian
Polisi Mengantongi Bukti Kaitan Asma Dewi dengan Saracen
Ilustrasi pelaku ujaran kebencian di media sosial. Foto: MTVN/Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian menemukan bukti kaitan Asma Dewi dengan organisasi penyebar ujaran kebencian, Saracen. Meski, Dewi kerap kali menyangkal. 

"Dalam proses penyidikan tidak diakui. Kalau kita melihat website memang tercantum di sana (Asma Dewi)," kata Kanit 5 Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Purnomo, di Kompleks Mabes Polri, Kamis 14 September 2017.

Sejauh ini, kata Purnomo, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi juga masih menggali keterlibatan Asma Dewi dari para pengelola Saracen yang ditangkap. Sebab, pengelola Saracen belum secara lugas mengungkapkan keterlibatan Dewi. 

"Hak mereka untuk menyangkal, tapi penyidik punya bukti-bukti," tandas Purnomo.

Asma Dewi ditangkap polisi terkait kasus ujaran kebencian yang diunggahnya lewat akun media sosial. Polisi menerapkan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terhadap Asma Dewi.

Belakangan, Asma Dewi juga disebut terkait dengan kelompok ujaran kebencian Saracen. Namun, belum jelas benar peran Asma Dewi di organisasi itu.

(Baca juga: Polisi bakal 'Menguliti' Komunikasi Asma Dewi)

Saracen, kelompok penyebar kebencian, menjadi buah bibir setelah Polri menangkap tiga pengurusnya, yakni, MTF, SRN dan Jasriadi. Organisasi ini kerap mendapat pesanan dari pihak tertentu untuk menyerang pemerintah, pejabat, publik, tokoh masyarakat atau suatu kelompok. 

Nama baik perorangan atau institusi dijatuhkan melalui pemberitaan yang berbau penghinaan, sentimen agama, sampai kepada hoaks. Tak hanya itu, jasa Saracen kerap digunakan pemesan dalam perhelatan demokrasi semisal pilkada. 

Pemesan akan meminta Saracen untuk menyerang dan menjatuhkan elektabilitas lawan politiknya. Belum diketahui secara detail siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen.

Terakhir, polisi juga menangkap Asma Dewi yang diduga terkait kelompok Saracen. Polisi telah mengantongi hasil analisis aliran duit Asma Dewi dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).


 


(REN)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

25 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA