BAP Miryam Dianggap Lemah

Arga sumantri    •    Rabu, 17 May 2017 17:17 WIB
korupsi e-ktp
BAP Miryam Dianggap Lemah
Praperadilan Miryam S. Haryani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 17 Mei 2017. Foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Miryam S. Haryani menjadi perdebatan sengit di sidang praperadilan. Keabsahan BAP Miryam sebagai alat bukti pegangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertanyakan ahli hukum pidana kubu Miryam, Mudzakkir.

Menurutnya, BAP Miryam belum memenuhi kualifikasi alat bukti surat sebagaimana tercantum dalam Pasal 184 KUHAP. "Saya melihat belum kuat sebagai alat bukti surat," kata Mudzakkir, di ruang sidang Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Mei 2017.

Pasal 184 KUHAP membeberkan lima alat bukti yang sah, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Mudzakir menyanggah KPK yang mengategorikan BAP Miryam sebagai alat bukti surat. Menurutnya, BAP Miryam masih menjadi objek di Pengadilan Tipikor dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

"BAP (Miryam) sifatnya (masih) sebagai bahan proses pengujian di pengadilan," ujar dia.

Hakim tunggal praperadilan Miryam, Asiadi Sembiring, beberapa kali meminta penegasan soal simpulan Mudzakkir ini. Namun, dia tetap pada jawabannya. "Bergantung kualitas BAP-nya yang mulia," kata Mudzakkir.


Anggota kuasa hukum Miryam S Haryani, Paramita Mulia (kiri) berjabat tangan dengan Kepala Biro HukumKPK Setiadi (kanan) seusai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (15/5/2017). Foto: Antara/M Agung Rajasa

BAP Miryam masuk dapam alat bukti surat yang diterangkan KPK saat menjawab gugatan Miryam, kemarin. Selain BAP, alat bukti surat juga meliputi tulisan tangan Miryam saat memberi keterangan dalam penyidikan, dan konsep atau revisi BAP oleh Miryam.

Anggota Biro Hukum KPK, Evi Laila Kholis, beda pendapat. Menurut Evi, BAP Miryam yang dilampirkan dalam alat bukti surat, cukup kuat. Pasalnya, BAP yang dilampirkan KPK hanya terkait proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan keterangan palsu.

"Bukan BAP yang menyangkut perkara yang tengah disidang di pengadilan (kasus korupsi e-KTP)," ungkap Evi.

Pada sidang praperadilan kemarin, Kepala Biro Hukum KPK, Setiadi, menyebut BAP Miryam sebagai alat bukti surat. KPK juga mengaku memiliki alat bukti saksi karena telah memeriksa Elza Syarief untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Yosep Sumartono dalam kasus kasus korupsi KTP-el.

KPK juga menyatakan punya alat bukti petunjuk, yakni rekaman video pemeriksaan dan kesaksian Miryam di persidangan Tipikor saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto untuk kasus yang sama.

Atas dasar itu, KPK menganggap proses penetapan tersangka hingga penahanan Miryam sudah sesuai prosedur. Sehingga, KPK menilai gugatan Miryam yang menyebut KPK tak mengantongi bukti yang cukup, tak berdasar.




(UWA)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA