Menhub Larang Unjuk Rasa di Obyek Vital Transportasi

Antara    •    Jumat, 19 May 2017 13:56 WIB
unjuk rasa
Menhub Larang Unjuk Rasa di Obyek Vital Transportasi
Ilustrasi-- Sejumlah mahawasiswayang tergabubg dari Jaringan Kampus USNI, UBK, UKI, UIN, UMT dan UMPAM saat melakukan unjuk rasa di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/7)--MI/TRI HANDIYATNO

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan larangan aksi atau unjuk rasa di obyek vital transportasi. Larangan termuat dalam Surat Edaran Nomor SE.15 Tahun 2017.

"Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pendapat di muka umum pada obyek vital, yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara ataupun sumber pendapatan negara yang bersifat strategis," kata Budi, Jumat 19 Mei 2017.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub J.A. Barata menjelaskan penyampaian unjuk rasa sebaiknya di tempat terbuka umum. Tapi jangan di lingkungan Istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan
udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional lainnya.

Ia menuturkan, bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api merupakan obyek vital strategis. "Bandar udara, pelabuhan, stasiun merupakan obyek yang harus dilindungi dari gangguan keamanan. Karena masuk dalam wilayah obyek vital transportasi nasional. Jadi tidak boleh dijadikan tempat untuk demonstrasi atau unjuk rasa."

Barata menambahkan, Menteri Perhubungan meminta pemimpin unit kerja mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, terhadap orang ataupun barang yang masuk/keluar ke wilayah obyek vital transportasi nasional.

"Setiap pengelola agar melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu TNI dan Kepolisian," terangnya.


(YDH)

3 <i>'Cluster'</i> Besar Pemain Korupsi KTP-el

3 'Cluster' Besar Pemain Korupsi KTP-el

1 hour Ago

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membagi pihak yang terseret kasus…

BERITA LAINNYA