KPK Tahan Tersangka Suap Jabatan di Klaten

   •    Sabtu, 08 Dec 2018 02:06 WIB
kasus suap
KPK Tahan Tersangka Suap Jabatan di Klaten
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan satu tersangka tindak pidana korupsi suap terkait promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Satu tersangka yakni Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan di Kabupaten Klaten Bambang Teguh Satya (BTS). Bambang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 26 Juli 2017 lalu.

"Hari ini (Jumat) KPK melakukan penahanan selama 20 hari pertama pada BTS di Rutan Cabang KPK di Kavling K4 Jakarta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di
Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Sabtu, 8 Desember 2018

Bambang diduga menerima hadiah atau janji secara bersama-sama dengan Bupati Klaten periode 2016-2021 Sri Hartini dari Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Klaten Suramlan terkait pengisian perangkat daerah serta promosi dan mutasi di Klaten.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Sri Hartini sebagai tersangka dugaan penerimaan suap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Desember 2016 di Klaten. Sri ditanggap dengan barang bukti uang senilai Rp2,08 miliar dan USD5.700 serta SGD2.035 dan buku catatan mengenai sumber uang tersebut.

Tersangka penerima suap dalam kasus ini adalah Sri Hartini disangkakan pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sementara tersangka pemberi suap adalah Suramlan dengan sangkaan pasal 5 ayat 1 huruf a dan atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 


(SCI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA