KPK Kembali Periksa Idrus Marham

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 08 Nov 2018 11:48 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
KPK Kembali Periksa Idrus Marham
Idrus Marham--MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kembali eks Menteri Sosial Idrus Marham. Pada pemeriksaan kali ini, Idrus akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EMS (Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Selain memanggil Sekjen Partai Golkar itu, penyidik KPK juga akan memeriksa dua pihak swasta. Keduanya ialah Indri selaku dan Fitrawan Tjandra alias Oscar. "Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama," tutur Febri.

KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Baca: Pelicin dari Blackgold Selalu Dilaporkan kepada Idrus Marham

Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS), serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM).

Dalam kasus ini, Eni diduga kuat telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan Blakcgold sebagai penggarap proyek milik PLN tersebut.

Penyerahan uang ke Eni dilakukan secara bertahap dengan rincian, pemberian pertama pada November-Desember 2017 sekitar Rp4 miliar. Kedua, pada Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.

Pada proses pengembangan kasus, KPK akhirnya menetapkan Idrus sebagai tersangka. Diduga, Idrus dijanjikan mendapatk bagian yang sama besar dari jatah Eni yakni senilai USD1,5 juta, jika Proyek PLTU Riau-I berhasil dilaksanakan Kotjo dan kawan-kawan.

Idrus juga diduga mengetahui dan memiliki andil atas jatah atau fee yang diterima Eni. Tak hanya itu, mantan Sekjen Partai Golkar ini juga disinyalir mendorong proses penandatangan Purchase Power Agreement (PPA) atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-I itu.


(YDH)