Status Hary Tanoe Simpang Siur

Golda Eksa    •    Sabtu, 17 Jun 2017 10:57 WIB
hukum
Status Hary Tanoe Simpang Siur
Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/6/2017). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengaku telah mendengar kabar peningkatan status hukum dari saksi menjadi tersangka untuk Hary Tanoesoedibjo. Bos MNC Group itu tersandung kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat (SMS) kepada jaksa Yulianto.

"Terlapornya (Hary) tersangka, ya sekarang. Sudah tersangka sehingga setiap kali diundang, ya harus hadir. Itu kewajiban undang-undang yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara," ujar Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, kemarin.

Informasi peningkatan status hukum itu diperoleh setelah anak buahnya, Yulianto, yang menjabat Kasubdit Penyidikan Tipikor pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, rampung menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, pada Rabu 14 Juni 2017.

Korps Adhyaksa saat ini tinggal menunggu proses lebih lanjut dari penyidik Polri, seperti melihat prosedur berkas perkara yang akan diserahkan kepada penuntut umum. Diduga perkara itu terkait pengusutan perkara korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom, perusahaan yang kala itu dipimpin Hary.

"Di situ nanti akan diteliti, sudah lengkap atau tidak, memenuhi syarat atau tidak untuk diajukan ke persidangan. Itu semua masih kita tunggu. Pak Yulianto dipanggil ke sana memang kewajibannya untuk hadir, begitu pun tentunya si tersangkanya," kata Presetyo.

Lebih jauh, terang dia, pihaknya tidak mempermasalahkan jika penyidik kepolisian menyita ponsel Yulianto untuk dijadikan barang bukti. Ponsel itu diakui Prasetyo pernah digunakan terlapor ketika menerima pesan bernada ancaman dari tersangka.

"HP itu sudah disita oleh penyidik Polri sebagai barang bukti. Itu merupakan wujud jaksa Yulianto memenuhi ketentuan proses hukum yang sedang berjalan," terang Prasetyo.

Jaksa Yulianto mengadukan perkara tersebut ke Bareskrim Polri lantaran Hary selaku Ketua Umum Partai Perindo mengirimkan tiga pesan digital bernada ancaman melalui SMS dan aplikasi percakapan Whatsapp.

Baca: Hary Tanoe Kirim SMS 'Kaleng' Saat di Amerika Serikat

Sementara itu, pihak kepolisian akan melaksanakan gelar perkara atas terlapor Hary Tanoesoedibjo pada pekan depan. Hingga kemarin sore, HT masih berstatus sebagai saksi.

"Gelar perkara kita rencana minggu depan. Kemudian akan kita tentukan bisa naik ke penyidikan atau tidak," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Martinus menegaskan proses hukum kasus ini baru mencapai tahap penyelidikan. Hary masih berstatus sebagai saksi. Dari kasus ini, penyidik telah memeriksa 13 orang.




(UWA)