Miryam Mengaku tak Pernah Menyebut Setya Novanto

Nur Azizah    •    Selasa, 18 Jul 2017 11:41 WIB
korupsi e-ktp
Miryam Mengaku tak Pernah Menyebut Setya Novanto
Terdakwa Kasus Keterangan Palsu Miryam S. Haryani. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Miryam S. Haryani enggan menanggapi penetapan status tersangka Setya Novanto. Miryam lebih banyak bungkam.

"No comment, bukan partai saya soalnya," kata Miryam usai menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juli 2017.

Mantan anggota Komisi II DPR RI ini mengaku tak pernah menyebut nama Novanto sejak kasus ini mencuat. Dia pun tak tahu ketua DPR itu ikut terlibat dalam kasus korupsi KTP-el.

"Sejak awal saya tidak tahu dan enggak pernah menyebut Pak Novanto ya. Sejak awal tidak ada itu," tuturnya.

Miryam menegaskan, dirinya tidak pernah membahas proyek KTP-el dengan Novanto. Sebab, keduanya beda partai. "Partainya saja beda. Partai saya Hanura, Pak Novanto Golkar. Rapat saja enggak pernah," ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el. Penetapan diambil setelah KPK mencermati fakta persidangan dari sejumlah tersangka sebelumnya.

"KPK menetapkan SN karena menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.

Baca: Sidang Eksepsi Miryam Ditunda

Agus mengatakan KPK menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Setya sebagai tersangka anyar kasus KTP-el ini. Novanto diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan.

Setya diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal itu mengatur soal upaya menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan berdasarkan jabatan.

Baca: Citra DPR Semakin Merosot

Selama sepekan terakhir, KPK getol memanggil anggota DPR periode 2008-2014 untuk mendalami kasus ini. Sejumlah nama seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang juga mantan anggota Komisi II DPR RI, Ade Komaruddin, dua pimpinan Komisi II DPR periode 2009-2014 Taufiq Effendi dan Teguh Juwarno, serta Ketua DPR Setya Novanto. Para saksi yang diperiksa itu mengaku dicecar soal pertemuan Andi Narogong alias Andi Agustinus (AA) dengan anggota DPR.

Novanto diperiksa pada Jumat 14 Juli 2017. Usai pemeriksaan, ia mengaku dicecar soal Andi Narogong. Penyidik menanyakan pertemuan antara Novanto dan Andi serta pembicaraan bisnis yang pernah dilakukan.




(UWA)