Bos First Travel Terlilit Hutang Rp80 miliar

Arga sumantri    •    Jumat, 18 Aug 2017 15:52 WIB
kemelut first travel
Bos First Travel Terlilit Hutang Rp80 miliar
Bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan - foto: dokumentasi Mandiri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf mengungkapkan, bos First Travel terlilit hutang puluhan miliar rupiah. Mereka menggunakan aset pribadi sebagai jaminan.

"Masih ada hutang sama orang Rp80 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 18 Agustus 2017.

Herry belum bisa memastikan hutang itu berkaitan atau tidak dengan calon jemaah First Travel. Polisi masih menyelidiki temuan tersebut.

Adapun aset yang dijaminkan, yakni rumah mewah di Jalan Taman Venesia Selatan, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Bukan cuma itu, kantor First Travel yang berlokasi di Depok, berikut mobil operasional juga sudah digadai sebagai penjamin. 

"Telah dijaminkan ke orang karena punya hutang," ungkap dia. 

Selain terlilit hutang Rp80 miliar, First Travel juga diketahui masih menunggak pembayaran penginapan jemaah di Mekkah dan Madinah. Herry mengatakan beberapa hotel itu telah melaporkannya ke polisi.

"Ada hutang penginapan di sana yang belum dibayar, kurang lebih Rp24 miliar, sejak 2015 sampai 2017," beber Herry.

Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan,  yang menjabat sebagai direktur utama dan direktur PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) ditetapkan tersangka dugaan penipuan terhadap calon jemaah dan dicokok pada Kamis 9 Agustus 2017.

Penangkapan ini didasari laporan agen dan calon jemaah dengan delik penipuan yang diduga dilakukan direksi First Travel.

Polisi menyita lima rekening perusahaan biro perjalanan umrah itu. Salah satu isi rekening usaha yang tergolong besar itu ternyata tinggal Rp1,3 juta. Padahal, First Travel menawarkan paket promo umrah ke Tanah Suci dengan harga Rp14,3 juta dan ikuti ribuan orang.

Kepolisian pun menjerat suami-istri pemilik First Travel itu dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal Penggelapan dan Penipuan. Keduanya juga dikenakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).




(REN)