Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 17 Sep 2017 16:25 WIB
ott kpk
Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta
Konferensi pers terkait penetapan Wali Kota Baru Eddy Rumpoko sebagai tersangka - MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dijanjikan fee sebesar Rp500 juta oleh Filipus Djap, seorang pengusaha. Uang tersebut 10 persen dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017.

"Diduga pemberian uang terkait fee 10 persen Wali Kota," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Namun, fee yang diberikan secara tunai kepada Eddy Rumpoko hanya Rp200 juta. Sisanya diberikan untuk pelunasan mobil Toyota Alphard milik Eddy. 

Filipus juga memberikan uang Rp100 juta pada Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan. Uang untuk panitia pengadaan. 

Proyek pengadaan meubelair di Pemkot Batu dimenangkan oleh PT Dailbana Prima. Perusahaan itu merupakan milik Filipus. Nilai proyek pengadaan ini sebesar Rp5,26 miliar.

(Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Batu Tersangka)

KPK menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan dan pengusaha Filipus Djap sebagai tersangka. Mereka terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017.

Filipus sebagai pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Baca juga: Uang Suap Wali Kota Batu Dibungkus Koran)




(REN)