KPK dan LPSK Segera Membarui Nota Kesepahaman

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:26 WIB
kpk
KPK dan LPSK Segera Membarui Nota Kesepahaman
Ketua LPSK Abdul Aris Semendawai dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan - MTVN/Juven Martua Sitompul

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua lembaga membahas pembaruan kerja sama yang berakhir sejak 2015 silam. 

"Tadi sudah ada diskusi sepakat antara LPSK dan KPK saling mendukung dalam hal memberantas tipikor. Oleh karena itu kita sepakat untuk segera menandatangani MoU," kata Ketua LPSK Abdul Aris Semendawai di gedung KPK, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Abdul menyebut, meski MoU belum resmi ditandatangani, kedua lembaga tetap memberikan perlindungan terhadap para saksi. Dia menuturkan, saksi dapat dilindungi selama ada permintaan dari pihak bersangkutan, pelapor termasuk lembaga antikorupsi.

"Tapi, tidak ajukan LPSK kita tidak bisa memaksa mereka untuk memberikan perlindungan," imbuh dia. 

Dia mengungkapkan, sejauh ini ada 200 saksi yang mendapat perlindungan LPSK, 46 di antaranya saksi dari KPK. Rata-rata, mereka yang meminta perlindungan mendapat ancaman dan teror.

"Biasanya senjata pelaku korupsi, tuduhan pencemaran nama baik terhadap saksi. Ini yang kita perhatikan mereka harus aman," ucap Abdul.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyambut baik pembaruan kerja sama itu. Dia menuturkan, pada dasarnya setiap saksi pelapor, ahli ataupun korban berhak mendapat perlindungan.

"Dia harus merasa aman dan nyaman dalam hal ini menurut undang-undang ditunjuk LPSK khusus menangani perlindungan saksi dan korban," pungkas Basaria.
 


(REN)