Sidang Praperadilan Eddy Rumpoko Mulai Pekan Depan

Damar Iradat    •    Senin, 30 Oct 2017 20:07 WIB
ott kpk
Sidang Praperadilan Eddy Rumpoko Mulai Pekan Depan
Juru Bicara Febri Diansyah memberikan keterangan pers di Gedung KPK. (Foto: Antara/Makna Zaezar).

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota nonaktif Batu Eddy Rumpoko mengajukan gugatan praperadilan terkait status tersangka yang disematkan kepadanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eddy ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Batu tahun 2017.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah menerima surat panggilan atas gugatan praperadilan Eddy pada Jumat, 27 Oktober 2017. Sidang praperadilan bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Dalam surat, sidang praperadilan akan digelar pada Senin, 6 November di PN Jaksel," ucap Febri di Gedung KPK, Jakarta Pusat, Senin 30 Oktober 2017. 

Febri mengungkapkan, permohonan praperadilan telah didaftarkan di PN Jaksel sejak 24 Oktober 2017 melalui kuasa hukum Eddy, kantor pengacara Ihza & Ihza Law Firm.

Kasus rasuah di Pemkota Batu ini terkuak setelah KPK menangkap tangan Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan Filipus di Batu, Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 September. Dari operasi senyap itu, KPK menyita uang Rp200 juta yang diduga akan diberikan Filipus kepada Eddy Rumpoko dan Rp100 juta dari tangan Eddi Setiawan.

(Baca juga: Kabag ULP Terima Uang Suap atas Perintah Eddy Rumpoko)

Uang itu diduga berkaitan dengan fee proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga Rp500 juta. Sebanyak Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.

Proyek itu bernilai Rp5,26 miliar dengan pemenang pengadaan PT Dailbana Prima, milik Filipus. Dalam memuluskan suap, Eddy Rumpoko diduga menggunakan kata sandi untuk menutupi transaksi suap pengurusan proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

Atas perbuatannya, Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Filipus sebagai pemberi diduga disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Baca juga: Wali Kota Batu Mempertanyakan Penangkapannya)
 


(REN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

56 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA