KPK Temukan Pungli Backing Aparat Menjamur di Sektor Impor

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 18 Oct 2016 20:10 WIB
imporpunglibea cukai
KPK Temukan Pungli <i>Backing</i> Aparat Menjamur di Sektor Impor
Ilustrasi. ANT-Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Kajian Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan banyak masalah di sektor impor. Salah satu di antaranya masalah pungutan liar.

"Kita kaji banyak hal yang ditemukan, mungkin salah satunya, pungli masih ada oknum dari Bea Cukai atau aparat penegak hukum yang lindungi pihak importir nakal," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2016).

Namun, Alex tak ingin mengungkap siapa saja yang bermain dalam masalah ini. Fokus, kata dia, harus tertuju pada perbaikan sistem importasi dan pungutan cukai lebih efektif lagi.

"Tujuannya, industri dalam negeri tak terganggu, tak ada disparitas harga, kepentingan masyarakat terlindungi. Untuk mencegah, penyelundupan bisa kita tekan, ke depan mampu ciptakan daya saing," jelas dia.

Hari ini, KPK pun mengundang pihak terkait dalam maslah ini, mulai dari Inspektorat Jenderal Keuangan, Direktorat Jenderal Bea Cukai, hingga TNI dan Polri. Mereka, kata Alex, sudah satu persepsi dalam perkara ini.

Aparat penegak hukum, lanjut dia, diminta mendukung Bea Cukai. Selama ini, Bea Cukai kesulitan menindak pengusaha nakal karena ada perlindungan oknum aparat. 

"Sudah disampaikan komitmen aparat penegak hukum jika ada yang lindungi itu oknum, siap ditindak" jelas Alex.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin mengapresiasi kajian KPK. Menurut dia, sejatinya masalah ini juga ditemukan dalam pengawasan internal kementerian. Dia pun membantah Inspektorat telah membiarkan masalah ini terjadi.

"Tapi ini menyangkut masalah luas, banyak aspek. Kita bertahap perbaikan, tapi ada kelemahan. kami perbaiki diri dan efektifkan pengawasan internal. ada unit kepatuhan internal dan sampai level Inspektorat," papar Kibagus.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengaku, pihaknya pun sudah menjalankan banyak hal dalam pengawasan, contohnya menangkap penyelundup. Namun, ada perkara yang tak bisa Bea CUkai tangani sendirian.

"Misal bawang merah, masih ada yang menyelundupkan, kemeterian terkait akan pertimbangkan supply dan demand, distribusi, supaya secara fundamental menyelesaikan masalah," pungkas Heru.


(LDS)