Edy Nasution Divonis Ringan, KPK Siap Banding

Renatha Swasty    •    Jumat, 16 Dec 2016 11:59 WIB
suap di ma
Edy Nasution Divonis Ringan, KPK Siap Banding
Gedung KPK (Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengajukan banding terkait putusan Pengadilan Tipikor yang memvonis Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution penjara  5,5 tahun.
 
"Ada bagian dari dakwaan dinyatakan tidak terbukti (oleh pengadilan)," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (16/12/2016).
 
Febri menjelasksn, dalam memori banding, jaksa bakal meminta segala hal yang jadi tuntutan diperiksa lagi di Pengadilan Tinggi. Di antaranya terkait uang USD3,000 dan USD1,800, dan Rp2,3 juta yang dikembalikan Edy.
 
Dalam tuntutan Jaksa Penunut Umum pada KPK, uang itu dinilai gratifikasi. Duit ditemukan di meja kerja Edy sebagai bagian uang yang diterima Edy dari perbantuan membuat memori kasasi dan memori PK.
 
Sedang dalam putusan, Majelis Hakim yang diketuai Sumpeno memerintahkan supaya uang USD3,000, USD1,800 dan Rp2,3 juta dikembalikan. Duit dinilai bukan bagian dari operasi tangkap tangan.
 
"Berkaitan dalam bentuk uang USD3,000, SGD1,800 dan Rp2.3 juta tidak terkait objek OTT dan jumlah relatif kecil lagipula punya tanggungan yang masih kuliah, tidak punya penghasilan lain, maka menurut hemat majelis pantas dan adil terhadap barang bukti dikembalikan pada terdakwa," kata Sumpeno saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).
 
Selain itu, jaksa juga bakal banding soal uang Rp1,5 miliar yang dinilai diterima Edy. Dalam tuntutan, jaksa menilai Edy menerima duit lantaran membantu penolakan permohonan eksekusi tanah PT Jakarta Baru Cosmopolitan (JBC).
 
"Termasuk Rp1,5 miliar tersebut akan jadi materi banding KPK," tambah Febri.
 
Dalam putusan hakim, Edy tidak terbukti menerima duit Rp1,5 miliar. Dalam penjelasannya, hakim ragu adanya penyerahan dari Doddy Aryanto Supeno, suruhan Eddy Sindoro, pada Edy Nasution di basement Hotel Acasia.
 
"Pertemuan Doddy dengan Edy di Hotel Acacia apabila dimaknai penyerahan uang menurut hemat majelis masih sebatas anggapan. Majelis kesulitan mengetahui apakah Dody mengantarkan uang Rp1,5 miliar pada Edy karena tidak ada barang bukti yang disita," ujar Hakim Yohanes Priatna.
 
Hal ini, kata dia, berbanding terbalik dengan sejumlah penyerahan Dody pada Edy yang memang ada barang buktinya. Seperti penerimaan Rp50 juta, Rp100 juta dan USD50 ribu.
 
Edy dihukum 5,5 tahun penjara denda Rp150 juta subsider dua bulan kurungan. Dia terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
 
Sedang dalam tuntutannya JPU  meminta supaya Edy dihukum 8 tahun penjara denda Rp300 juta subsider lima bulan kurungan.



(FZN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA