Permohonan Polri Menemui Siti Aisyah Belum Dikabulkan

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 17 Feb 2017 14:54 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Permohonan Polri Menemui Siti Aisyah Belum Dikabulkan
Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul--Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Niat Polri untuk menemui Siti Aisyah, warga Indonesia yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam, belum dikabulkan. Siti ditangkap otoritas Malaysia.

"Belum diizinkan, menunggu pemeriksaan 7 x 24 jam," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 17 Februari 2017.

Siti diduga membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. "Tentu kami ingin mendapatkan identitas lengkap (Siti). Baik paspor maupun KTP-nya," kata Martinus.

Baca: BIN Laporkan Kasus Aisyah ke Wiranto

Martinus mengatakan, belum tentu Siti warga Indonesia. Bisa jadi identitas Siti di paspor dipalsukan. "Kita patut menduga bisa saja itu asli atau palsu. Kami ingin mendalami sejauh mana yang bersangkutan beraktivitas kalau memang orang Indonesia," ujar dia.

Polri belum bisa memeriksa keluarga yang bersangkutan di Indonesia. "Namun demikian informasi yang beredar, kami pantau, kami dalami informasi yang berkembang yang ada di Kuala Lumpur," tandas dia.

Sebelumnya, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengatakan Siti tidak tercatat sebagai TKI.

Belum diketahui sejak kapan Siti berada di Malaysia. Nusron memastikan, pemerintah akan memberikan bantuan hukum kepada Siti, apa pun status dia di Malaysia, apakah sebagai TKI atau WNI yang sedang berkunjung ke Malaysia.

"Saat ini kita masih menunggu tuduhan yang dikenakan kepada Siti Aisyah karena masih dalam proses siasatan," lanjutnya.

Siti ditahan bersama seorang perempuan lain yang mempunyai dokumen perjalanan ke Vietnam. Mereka ditangkap saat berupaya keluar dari Malaysia di Bandar Udara Kuala Lumpur, tengah minggu ini.

Saat ditangkap, Siti tengah sendiri. Data dari paspornya yang beredar, menunjukkan Siti berusia 25 tahun dan lahir di Serang, Banten. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku tengah berupaya menemuinya.


(YDH)