Alasan Penolakan Tahanan Kota Ratna tak Konsisten

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 08 Nov 2018 20:19 WIB
hoax
Alasan Penolakan Tahanan Kota Ratna tak Konsisten
Ratna Sarumpate. Antara Foto/Reno Esnir/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta: Penolakan permohonan tahanan kota, yang diajukan Ratna Sarumpaet oleh Polda Metro Jaya, dinilai tak konsisten. Sebab, penyidik Polda Metro tak menjelaskan detail alasan penolakan permohonan penahanan kota Ratna tersebut.

"Kalau alasan kedua ditolak karena subjektivitas penyidik, kami anggap tidak konsisten," kata Insank Nasruddin selaku kuasa hukum Ratna saat dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Menurut Insank, pihaknya sempat menerima alasan penolakan polisi sebelumnya. Di mana permohonan tahanan kota itu pertama kali ditolak, karena polisi belum selesai memeriksa para saksi, termasuk Ratna.

"Maka, penolakan pertama kami anggap rasional," kata dia.

Jika penolakan pertama karena pemeriksaan belum selesai, kata Insank, maka pada pengajuan permohonan kedua harusnya tidak ada alasan untuk tak mengabulkan.

"Kami di sini yang menjadi dasar bahwa, Ibu Ratna itu depresi, sehingga, ketika orang depresi sangat tidak layak harus berada di dalam rutan seperti ini," ucap Insank.

Selain depresi, Insank juga menyebut jika dua anggota keluarga menjamin Ratna tidak akan melarikan diri. Keduanya yakni anaknya Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina.

"Beliau ini sudah disita semua identitas, bahkan ATM, paspor sudah disita. Mau kemana coba?" ujar dia.

Alasan keluarga mengajukan permohonan tahanan kota tidak lain untuk menjaga kesehatan Ratna. Keluarga khawatur kondisi kesehatan Ratna yang tidak baik nantinya mempersulit persidangan.

"Sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik dan cepat, makanya kami mengajukan itu," pungkasnya.

Berkas Ratna telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis, 8 November 2018 siang. Polisi kini menunggu hasil penelahaan berkas dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).


(JMS)