Rocky Gerung Memenuhi Panggilan Polisi

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 04 Dec 2018 11:17 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Rocky Gerung Memenuhi Panggilan Polisi
Akademisi Rocky Gerung di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Jakarta: Akademisi Rocky Gerung memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Dia bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus berita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet. 

Rocky tiba sekira pukul 11.00 WIB. Dia datang ditemani kuasa hukumnya. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan ini merupakan panggilan kedua. Pada panggilan pertama, 27 November 2018, Rocky tak hadir. 

Argo menyebut Rocky bakal dikonfirmasi soal foto wajah lebam Ratna yang tersebar di media sosial. "Agendanya demikian," tutur Argo, Selasa, 4 Desember 2018. 

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Mereka di antaranya Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

(Baca juga: Nanik Mengaku Lihat Lebam Ratna dari Medsos)

Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor sudah dimintai keterangan. Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Naniek S Deyang; Koordinator Juru BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak; sopir; serta staf Ratna Sarumpaet juga diusut.

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 21 September 2018. Kenyataannya, Ratna justru menjalani operasi plastik di hari yang sama di Jakarta.

Atas kebohongannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA