Pengepul Cabai di Lombok Diperiksa Satgas Pangan

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 19 May 2017 10:38 WIB
pangan
Pengepul Cabai di Lombok Diperiksa Satgas Pangan
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satgas Pangan Bareskrim bersama dengan Kementerian Pertanian memeriksa enam pengepul cabai rawit merah di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis 18 Mei 2017. Pemeriksaan dilakukan karena ada laporan mahalnya cabai rawit merah. 

"Direncanakan tiga pengepul cabai lainnya akan diperiksa di Jakarta pekan depan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya dalam siaran persnya, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut dia, Satgas Pangan Bareskrim bersama dengan Kementan mengecek stok dan harga cabai rawit merah di lima pasar yang berada di wilayah Lombok. Lokasi itu yaitu, Pasar Paok Montong, Pasar Masbagik, Pasar Keru, Pasar Dasan Agung, dan Pasar Induk Mandalika.

Dari sidak tersebut, didapatkan harga cabai rawit merah di lima pasar tersebut mencapai Rp55 ribu-Rp65 ribu per kilogram. Padahal, berdasarkan pengecekan harga di tingkat petani hanya Rp17 ribu-Rp18 ribu per kilogram.

Baca: Satgas Pangan Cium Kenaikan Harga Cabai di NTB

Selain itu, wilayah Lombok juga diketahui sebagai sentra produksi cabai rawit merah yang memasok cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur Tidak masuk akal bila harga cabai rawit merah di Lombok bisa naik signifikan.

Ia menambahkan pada Jumat, harga cabai rawit merah di wilayah Lombok turun sekitar Rp5 ribu per kilogram. "Satgas pangan akan terus mengidentifikasi penyebab naiknya harga cabai rawit merah di wilayah Lombok. Tentunya akan dilakukan tindakan penegakan hukum apabila terdapat pihak yang sengaja melakukan kejahatan sehingga mengakibatkan harga rawit merah naik," kata dia. (Antara)


(OGI)