Jaksa Dinilai Ragu Menuntut Ahok

Ilham wibowo    •    Kamis, 20 Apr 2017 15:03 WIB
kasus hukum ahok
Jaksa Dinilai Ragu Menuntut Ahok
Kuasa hukum Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, I Wayan Sudirta. Foto: MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, I Wayan Sudirta, menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) ragu dalam menuntut. Ahok semestinya dituntut bebas tidak bersalah.
 
"Kalau perkara ramai seperti ini, terus tuntutannya hanya percobaan, itu sudah pasti jaksa ragu-ragu," kata Wayan di Auditorium Kementrian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 20 April 2017.
 
Wayan mengatakan, keputusan jaksa yang meringankan tuntutan ihwal tindakan Buni Yani juga dinilai meragukan. Sebab, menyamakan Buni dan Ahok yang telah melakukan keresahan di masyarakat lantaran pidato di Kepulauan Seribu dianggap tidak tepat. Sehingga, unsur pidana pelanggaran Pasal 156 KUHP yang disematkan kepada Ahok hanya dipaksakan
 
"Ini jaksa kebingungan, di satu pihak membebankan pada Buni Yani, dari pihak lain masih mau menuntut pak Ahok. Ini enggak bener," kata Wayan.
 
Menurut Wayan, Buni Yani semestinya menjadi orang yang paling bertanggungjawab dari kasus yang menyeret dugaan penodaan agama kepada Ahok. "Seharusnya Buni Yani yang bertanggungjawab karena memang dia yang mengubah redaksi, menambah redaksi (dalam tayangan video Ahok)," ucap Wayan.
 
Ketua JPU Ali Mukartono menampik keputusannya memberikan tuntutan lantaran dalam tekanan politik. Tuntutan yang diberikan kepada Ahok sesuai dengan fakta persidangan.
 
"Sudah disampaikan memberatkan apa, meringankan apa. Tapi jangan dikatakan ringan atau tidak, itu relatif. Kami independen, punya pertimbangan sendiri," kata Ali.
 


(FZN)