Zumi Zola Mengaku Bersalah

Solmi    •    Rabu, 09 May 2018 18:38 WIB
ott anggota dprd jambi
Zumi Zola Mengaku Bersalah
Gubernur Jambi Zumi Zola. Foto: MI/Solmi

Jambi: Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola menghadiri persidangan sebagai saksi dengan terdakwa Supriono anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PAN. Supriono didakwa suap pengesahan RAPBD Jambi 2018 yang merugikan negara Rp3,4 miliar.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Badrun Zaini, Zumi menyesali dan merasa bersalah atas kasus suap ketuk palu yang membuat tiga stafnya, Erwan Malik (mantan Plt Sekda Jambi), Syaipuddin (mantan Asisten III Bidang Administrasi Setda Provinsi Jambi) dan Arpan, (mantan Plt Kadis PUPR Jambi) tertangkap tangan oleh penyidik KPK akhir November 2017.

"Saya menyesal," kata Zumi di hadapan jaksa penuntut umum KPK dan majelis hakim.

Kendati merasa bersalah, menjawab pertanyaan jaksa dan penasehat hukum terdakwa Supriyono, Zumi Zola tetap dengan pengakuan yang pernah dia sampaikan pada sidang sebelumnya, yakni tidak pernah memerintahkan ketiga stafnya maupun Supriyono untuk mencarikan dan memenuhi permintaan uang ketuk palu dari anggota dan pimpinan DPRD Jambi untuk pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Zumi Zola menyebutkan adanya permintaan uang ketuk palu terindikasi dari laporan stafnya, terutama mantan Plt Sekda Erwan Malik, yang mengatakan paripurna pengesahan RAPBD terancam tidak kuorum oleh ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD yang ngotot ingin mendapatkan uang ketuk palu.

Mengaku karena bingung dan tidak punya solusi mengatasi permintaan wakil rakyat yang tidak patut dan melanggar aturan tersebut, Zola membenarkan dirinya meminta Erwan Malik untuk mengordinasikannya dengan sohibnya Asrul yang berdomisili di Jakarta.

"Iya saya perintahkan Pak Erwan berkoordinasi dengan Asrul," ujar Zola seraya menyatakan Asrul adalah teman dekat yang kerap membantunya semenjak pencalonannya sebagai gubernur.

"Saat itu saya tidak mengerti bagaimana mengetahui cara memenuhinya, makanya saya suruh ke Asrul," ujar Zumi Zola yang sempat berurai air mata saat disapa sejumlah warga di jendela ruang tunggu saksi di samping ruang sidang gedung Tipikor Jambi. 


(ALB)