Saksi Kasus Ahmad Dhani Bisa Dijemput Paksa

Deny Irwanto    •    Jumat, 25 Nov 2016 19:52 WIB
ahmad dhanipenghinaan lambang negarapenghinaan terhadap penguasa
Saksi Kasus Ahmad Dhani Bisa Dijemput Paksa
Artis Ahmad Dhani . MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan memanggil ulang para saksi kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden yang menyeret musisi Ahmad Dhani.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, jika dalam pemanggilan selanjutnya para saksi tetap tidak kooperatif atau kembali mangkir tanpa alasan jelas, maka penyidik bisa menerbitkan surat perintah membawa secara paksa. Hal itu berdasarkan Pasal 112 ayat (2) KUHAP.

"Kalau panggilan kan seperti biasanya ya, panggilan itu sampai tiga kali. Yang ke tiga kali itu bisa dengan surat perintah membawa," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Kamis 24 November kemarin, penyidik telah menjadwalkan untuk memeriksa delapan saksi terkait kasus ini. Namun hanya satu saksi yang memenuhi panggilan penyidik, yakni Eggi Sudjana.

Sementara tujuh saksi lainnya, Habib Rizieq Shihab, Amien Rais, Munarman, Bachtiar Natsir, Ratna Sarumpaet, R Wulandari atau Mulan Jameela, dan Ahmad Dhani berhalangan hadir.

Awi menjelaskan, pihaknya akan segera melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap tujuh saksi itu. Namun Awi belum tahu pasti kapan surat pemanggilan bakal dikeluarkan.

"Kita tunggu nanti jadwalnya kapan. Belum tahu tanggalnya. Itu nanti penyidik yang buat," jelas Awi.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan Eggi, Awi mengatakan jika Eggi mengaku mendengar apa yang diucapkan Dhani saat demo di depan Istana 4 November lalu.

"Dia (Eggi) menerangkan bahwa melihat dan mendengar ucapan yang bersangkutan. Kan keterangan seperti itu yang kita butuhkan dari saksi," kata Awi.

Saksi-saksi lainnya yang dipanggil juga dianggap mengetahui peristiwa yang dilaporkan ke polisi. Selanjutnya, penyidik juga akan memanggil saksi ahli untuk mencari adanya unsur pidana dalam perbuatan itu.

Sebelumnya, sejumlah orang yang tergabung dalam Laskar Relawan Jokowi (LRJ) dan Projo melaporkan musisi Ahmad Dhani atas tudingan menghina Presiden Jokowi saat orasi di depan Istana 4 November lalu.

Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/5423/XI/2016/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 7 November 2016. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.


(LDS)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

25 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA