KPK Berhalangan, Sidang Praperadilan Irman Gusman Ditunda

Arga sumantri    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:29 WIB
irman gusman ditangkap
KPK Berhalangan, Sidang Praperadilan Irman Gusman Ditunda
Sidang praperadilan Irman Gusman ditunda/MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang permohonan praperadilan Irman Gusman ditunda hingga pekan depan. Praperadilan Irman terpaksa ditunda lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhalangan hadir.

"Termohon mengirim surat pada kami pada 17 Oktober 2016. Isi suratnya KPK menyampaiakan permintaan penundaan sidang karena KPK butuh menyiapkan administrasi bukti saksi ahli," kata hakim tunggal I Wayan Karya di ruang sidang Oemar Seno Adji , Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).

KPK, dalam suratnya juga meminta penundaan waktu sidang hingga dua pekan. Namun, pihak Irman merasa keberatan.

"Jangan sampai dua minggu Yang Mulia, itu terlalu lama," pinta kuasa hukum Irman, Maqdir Ismail.

Hakim tunggal I Wayan Karya mengamini. Wayan Karya memutuskan sidang ditunda hingga Selasa, 25 Oktober.

"Kami akan melakukan pemanggilan kembali," ujar Wayan Karya.

Irman mengajukan permohonan praperadilan terhadap KPK terkait penetapan dirinya sebagai tersangka.

Irman ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 September. Dia disangka menerima Rp100 juta dari bos CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi. Pemberian itu diduga berkaitan dengan kuota gula impor.

Awalnya, penyidik KPK menyelidiki dugaan Sutanto memberikan uang kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit diduga terkait kasus penjualan gula tanpa label SNI oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.

Dalam proses pengadilan, Sutanto, yang merupakan mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya, diduga membayar Farizal agar membantunya di persidangan. Farizal kemudian bertindak seolah-olah sebagai penasihat hukum Sutanto.

Baca: Irman: Hakim Sudah tak Boleh Tolak Praperadilan

Di tengah penyelidikan perkara tersebut, KPK mengetahui ada pemberian duit kepada Irman tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Perum Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016.

Irman diketahui sempat berkomunikasi dengan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah gula impor.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.


(OJE)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA